Buka konten ini
BATUAJI (BP) – Hamdan tak lagi bisa tidur tenang. Setiap kali hujan mengguyur malam, ia dan anak-anaknya harus bergegas keluar rumah, menyelamatkan diri ke sebuah ruko yang dianggap lebih aman. Rumahnya di perbatasan RT 04 RW 09 Kelurahan Kibing, Kecamatan Batuaji, nyaris tinggal separuh, dimakan longsor yang terjadi sejak Januari lalu.
”Kalau hujan deras, kami tidak berani tidur di rumah. Sudah separuh rumah saya amblas,” ujarnya, Selasa (10/7).
Bukan hanya Hamdan. Puluhan warga di sekitar tebing longsor hidup dalam kondisi penuh kekhawatiran. Setelah longsor pertama pada awal tahun, tanah kembali terban beberapa hari lalu, semakin memperlebar rekahan dan menambah kecemasan warga.
Longsor itu tak hanya merusak rumah warga, tetapi juga memutus akses jalan dan mengancam ruko-ruko di bawah tebing. Jika hujan deras kembali mengguyur, tak menutup kemungkinan bangunan-bangunan itu ikut runtuh.
“Kalau dibiarkan, bukan cuma rumah kami yang hilang. Ruko di bawah bisa hancur semua,” kata Ahmad, warga lainnya. “Kami mohon ada langkah nyata. Kami tidak bisa terus begini.”
Meski kondisi sudah berulang kali dilaporkan ke kelurahan, kecamatan, hingga Dinas Bina Marga dan instansi teknis lainnya, hingga kini belum ada satu pun pengerjaan di lapangan. Bahkan peninjauan ulang ke lokasi pun belum dilakukan.
Sekretaris Camat Batuaji, Anwaruddin, membenarkan bahwa pihaknya telah meneruskan laporan warga ke dinas terkait. Namun, ia mengakui belum ada progres fisik dari laporan tersebut. “Sudah kami teruskan, tinggal menunggu tindak lanjut teknis,” ujarnya singkat.
Warga kini hanya bisa berharap. Mereka mendesak Pemko Batam segera turun tangan membangun turap atau penahan tanah yang memadai. Pasalnya, jika longsor lebih besar terjadi, bukan hanya kerugian harta benda yang mereka takutkan, tetapi juga nyawa yang terancam. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK