Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Kepolisian masih terus mengusut penyebab pasti kebakaran kapal MT Federal II yang menewaskan empat pekerja di galangan kapal PT ASL, Tanjunguncang, Batuaji. Hingga Kamis (10/7), penyidik Satreskrim Polresta Barelang masih menunggu hasil investigasi ilmiah dari tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Medan yang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Puslabfor melakukan olah TKP untuk mengetahui asal api dan penyebab kebakaran,” kata Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin.
Zaenal menegaskan, langkah atau proses hukum lanjutan akan ditentukan berdasarkan hasil scientific investigation tersebut. “Kita tunggu hasilnya. Sabar dulu,” ucapnya.
Selama proses penyelidikan berlangsung, penyidik juga telah memeriksa sembilan orang saksi secara maraton. Mereka terdiri dari pihak perusahaan, korban selamat, dan rekan kerja lainnya yang berada di lokasi saat kejadian.
“Keterangan para saksi sangat penting untuk melengkapi proses penyelidikan,” tambahnya.
Zaenal menjelaskan, insiden maut ini terjadi saat kapal MT Federal II sedang menjalani proses docking atau pemeliharaan rutin. Api tiba-tiba muncul dan dengan cepat menyambar para pekerja yang tengah berada di dalam lambung kapal.
“Empat orang meninggal dunia, empat lainnya luka berat, dan satu luka ringan,” ungkapnya.
Disinggung soal adanya unsur kelalaian dalam kecelakaan kerja ini, Zaenal belum bisa memberikan kesimpulan. Menurutnya, segala kemungkinan masih terbuka, namun keputusan final menunggu hasil investigasi ilmiah yang kini sedang dianalisis tim laboratorium forensik.
“Semua kemungkinan ada, tapi saya belum bisa menyimpulkan adanya kelalaian,” tegasnya.
Kebakaran yang terjadi Selasa (2/7) lalu itu memicu keprihatinan publik terhadap aspek keselamatan kerja di sektor industri galangan kapal. Sejumlah kalangan mendorong agar pengawasan penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) ditingkatkan, guna mencegah insiden serupa terjadi kembali. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : RATNA IRTATIK