Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam mendorong orang tua yang tergolong mampu secara ekonomi untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah swasta. Langkah ini diambil sebagai solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri, khususnya di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Polemik seputar kuota penerimaan murid baru di sekolah negeri masih menjadi perhatian publik. Posko pemerataan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Gedung Gurindam, Batam Center, hingga kini masih dipadati oleh orang tua yang belum memperoleh bangku sekolah bagi anak-anak mereka. Sebagian bahkan baru memulai proses pendaftaran.
Kepala Disdik Batam, Tri Wahyu Rubianto, menegaskan bahwa sistem pemerataan akan tetap diberlakukan secara tegas. Siswa yang mendaftar ke sekolah negeri akan diarahkan ke sekolah yang masih memiliki kuota. Tidak ada toleransi untuk menumpuk siswa hanya di sekolah favorit.
“Kalau memang tetap ingin sekolah negeri, maka harus mengikuti sistem pemerataan. Tidak bisa memaksakan masuk ke sekolah tertentu saja,” ujar Tri.
Bagi orang tua yang mampu secara finansial, Disdik menganjurkan agar mempertimbangkan sekolah swasta sebagai alternatif.
Sebagai bentuk dukungan, pemerintah tengah menyusun sejumlah skema bantuan guna meringankan beban biaya pendidikan di sekolah swasta, terutama bagi keluarga tidak mampu. Salah satunya berupa subsidi SPP yang kini dalam tahap pembahasan bersama instansi terkait.
“Kami sedang godok skemanya. Prinsipnya, tak boleh ada anak yang gagal sekolah hanya karena tidak tertampung di sekolah negeri,” ujar Tri.
Bantuan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi ekonomi keluarga, dan dapat berupa bantuan penuh maupun sebagian.
Tak hanya itu, Pemko Batam memastikan program bantuan seragam gratis tahun ajaran 2025/2026 akan diberikan bukan hanya untuk siswa sekolah negeri, melainkan juga bagi siswa sekolah swasta. Langkah ini bertujuan menciptakan pemerataan akses pendidikan serta mengurangi beban biaya pendidikan bagi semua kalangan.
Seragam gratis tersebut dijadwalkan mulai didistribusikan pada Agustus 2025. Paket seragam mencakup pakaian nasional dan pakaian khas daerah berupa baju Melayu. Siswa SD akan menerima seragam merah putih, sementara siswa SMP mendapatkan seragam putih biru.
“Insya Allah sekarang sedang dalam proses produksi. Kami targetkan pembagian mulai Agustus,” kata Tri.
Program bantuan ini akan menjangkau lebih dari 500 sekolah negeri dan swasta di Batam, serta hampir 1.000 lembaga pendidikan jika termasuk PAUD.
Tri menegaskan bahwa program ini merupakan arahan langsung dari Wali Kota Batam, guna menjamin akses pendidikan dasar yang merata, inklusif, dan berkeadilan. Selain meringankan beban orang tua, keseragaman pakaian di sekolah juga diharapkan memperkuat rasa kebersamaan dan disiplin siswa.
“Kami akan terus memantau distribusi seragam dan pelaksanaan bantuan lainnya agar tepat sasaran dan tidak terlambat,” tutupnya. (*)
Reporter : JP Group
Editor : RATNA IRTATIK