Buka konten ini
NEW YORK (BP) – Perusahaan akal imitasi (AI) milik Elon Musk, xAI, mendapatkan izin dari otoritas setempat untuk mengoperasikan 15 turbin berbahan bakar gas alam guna menyuplai energi ke fasilitas superkomputer Grok di Memphis, Tennessee. Keputusan yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan Kabupaten Shelby pekan lalu itu pun memicu protes berkepanjangan dari warga yang terdampak lingkungan proyek.
Izin tersebut diterbitkan setelah serangkaian dengar pendapat publik selama berbulan-bulan. Banyak warga Memphis yang menyuarakan kekhawatiran terhadap polusi udara. Meski, otoritas menetapkan batas emisi yang ketat serta kewajiban pengujian berkala bagi xAI. Setiap pelanggaran terhadap ketentuan itu dapat didenda hingga USD 10 ribu (Rp162 juta) per hari.
Dilansir dari CNBC, warga sekitar mengeluhkan kualitas udara yang memburuk sejak turbin dinyalakan. Mereka mengaku kesulitan membuka jendela atau beraktivitas di luar ruangan karena bau menyengat yang diduga berasal dari pembakaran gas. “Udara jadi pengap, seperti ada yang terbakar terus-menerus,” kata salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.
Menurut spesifikasi Solaris Energy Infrastructure (SEI), penyedia instalasi turbin yang berbasis di Houston, turbin tersebut menghasilkan nitrogen oksida dan formaldehida-zat berbahaya yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit pernapasan.
Di sisi lain, xAI menghadapi gugatan hukum dari NAACP yang menuduh perusahaan tersebut melanggar Clean Air Act karena jumlah turbin yang beroperasi melebihi batas. Southern Environmental Law Center, yang mewakili NAACP, menyatakan kepada CNBC bahwa citra satelit terbaru per 1 Juli menunjukkan masih terdapat setidaknya 24 turbin di lokasi xAI. “Jumlah itu melebih batas 15 turbin yang diizinkan,” tulis Southern Environmental Law Center.
Menanggapi hal tersebut, juru bicara xAI tidak secara eksplisit menyangkalnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO