Buka konten ini
BATAM (BP) – Kasus kebakaran kapal MT Federal II di galangan kapal PT ASL, Tanjunguncang, Batuaji, masih terus didalami oleh Satreskrim Polresta Barelang. Saat ini, polisi masih menunggu hasil uji ilmiah atau scientific investigation dari Tim Puslabfor Medan.
“Masih dalam tahap penyelidikan dan menunggu hasilnya,” ujar Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin.
Zaenal menjelaskan, hasil uji ilmiah tersebut penting untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Selain itu, pihaknya juga telah meminta keterangan dari tiga orang saksi.
“Ada tiga saksi yang kami mintai keterangannya,” katanya.
Ia menerangkan, kebakaran terjadi saat kapal sedang dalam proses docking atau pemeliharaan. Api tiba-tiba muncul dan menyambar sembilan orang pekerja.
“Korban tewas berjumlah empat orang, luka berat empat orang, dan satu orang menga-lami luka ringan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pengawas Ketenagakerjaan Batam, Susi Juniarti, menga-takan pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah terdapat unsur kelalaian dalam insiden tersebut.
“Kami belum bisa memberikan keterangan karena sampai saat ini masih mengumpulkan data dan menunggu hasil dari kepolisian,” ujarnya singkat.
Sebelumnya diberitakan, ledakan hebat disertai kobaran api terjadi di sebuah kapal yang sedang diperbaiki di galangan PT ASL, Tanjunguncang, Batuaji, Selasa (24/6) sekitar pukul 14.15 WIB. Insiden itu menewaskan empat pekerja dan menyebabkan empat lainnya mengalami luka bakar serius serta satu orang luka ringan.
Keempat korban tewas telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri. Mereka adalah Gunawan Sinulingga (46), warga Kelurahan Kibing, Batuaji; Hermansyah Putra (30), asal Tanjunguban Utara, Bintan; Berkat Setiawan Gulo (22), warga Tapanuli Tengah; Janu Arius Silaban (24), juga berasal dari Tapanuli Tengah.
Para korban merupakan pekerja subkontraktor dari PT MBB dan PT OPS. Ledakan terjadi saat para pekerja melakukan pemotongan di bagian tangki kapal. Api tiba-tiba menyambar dan memicu ledakan besar. Beberapa pekerja terpental dan terbakar.
“Waktu itu kami lagi motong di bagian tangki, terus api langsung menyambar, meledak. Banyak orang di situ,” ujar Alatas Manopan Silaban, korban selamat yang kini dirawat di RS Mutiara Aini, Batuaji.
Tiga korban lainnya dalam kondisi kritis dirawat di IGD RS Graha Hermine, Batuaji. Mereka adalah Amel Rivensky Gembiran Nababan (25), warga Perum Oase Blok V No. 07; Benni Silaban (29), warga Bukit Rindang No. 180, Batuaji; Rekki Harianto Butarbutar (25), warga Komplek Kwartakarsa Perdana Blok II No. 10, Lubukbaja. Dua korban lainnya dirawat di RS Mutiara Aini, yaitu Upik Abdul Wahid (32), asal Flores Timur; dan Alatas Manopan Silaban (31), asal Rokan Hilir.
Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo, membenarkan insiden tersebut. Ia menyatakan total korban dalam peristiwa ini sebanyak sembilan orang.
“Kami mengonfirmasi telah terjadi kebakaran kapal di galangan PT ASL, Tanjunguncang, sekitar pukul 14.15 WIB. Kapal yang terbakar merupakan kapal jenis tanker dan sedang dalam proses perbaikan di bagian tangki oleh tenaga kerja dari pihak subkontraktor,” ujar AKP Bimo, Selasa (24/6) malam di IGD RS Mutiara Aini. (*)
Reporter : Yofi Yuhendri
Editor : RYAN AGUNG