Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Maskapai Lion Air resmi membuka layanan penerbangan langsung ibadah umrah dari Bandara Internasional Hang Nadim, Batam (BTH) menuju Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah (JED), Arab Saudi. Layanan ini beroperasi satu kali setiap pekan, memberikan akses yang lebih mudah dan nyaman bagi masyarakat Kepulauan Riau dan sekitarnya untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
“Penerbangan ini memberikan kemudahan lebih besar bagi masyarakat yang ingin beribadah umrah, terutama dari wilayah Kepulauan Riau dan kota-kota sekitarnya,” ujar Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, Senin (7/7).
Batam dinilai sebagai kota penghubung strategis yang dapat dijangkau dari berbagai daerah melalui penerbangan pengumpan (feeder flight) Lion Air. “Beberapa kota penghubung antara lain Jambi, Pangkalpinang, Palembang, Lampung, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Pontianak, dan lainnya,” jelasnya.
Dengan hadirnya penerbangan langsung umrah dari Batam, Lion Air berharap dapat menjawab kebutuhan masyarakat yang mendambakan perjalanan ibadah yang efisien tanpa harus transit di kota besar lainnya.
Lion Air mengoperasikan pesawat berbadan lebar generasi terbaru, Airbus A330-300 dan A330-900NEO, yang masing-masing mampu menampung hingga 433 penumpang kelas ekonomi.
“Kabin pesawat dirancang khusus untuk kenyamanan perjalanan jarak jauh, termasuk ruang duduk yang lega dan sistem hiburan modern,” ungkap Danang.
Penumpang juga mendapat fasilitas bagasi gratis sebesar 30 kilogram, bagasi kabin 7 kilogram, serta jatah air zamzam 5 liter yang dibagikan saat kepulangan dari Tanah Suci.
Penerbangan berangkat dari Bandara Hang Nadim, Batam pukul 11.55 WIB dan tiba di Jeddah pukul 17.30 waktu setempat. Adapun penerbangan kepulangan (JT-083) dijadwalkan berangkat dari Jeddah pukul 19.10 waktu setempat, dan tiba kembali di Batam pukul 08.45 WIB keesokan harinya.
Lion Air juga mengimbau calon jemaah untuk memperhatikan sejumlah ketentuan demi kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan.
Barang-barang berharga seperti paspor, uang, dan dokumen penting wajib dibawa dalam tas kabin, bukan dimasukkan ke dalam bagasi tercatat. Sementara itu, power bank hanya boleh dibawa di kabin dengan kapasitas 100–160 Wh dan tidak boleh digunakan selama penerbangan.
Dilarang membawa barang berbahaya, termasuk benda tajam, cairan lebih dari 100 ml, dan bahan mudah terbakar. Setiap tas atau koper disarankan diberi label nama dan kontak agar mudah diidentifikasi.
Calon jemaah juga dihimbau memesan melalui biro perjalanan umrah resmi yang telah bekerja sama dengan Lion Air guna memastikan layanan yang aman, terpercaya, dan sesuai regulasi.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Lion Air dalam memperluas akses ibadah umrah dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus mendukung kenyamanan dan keamanan seluruh jemaah selama menjalankan ibadah suci. (*)
Reporter : Azis Maulana
Editor : RATNA IRTATIK