Buka konten ini
BATUAJI (BP) – Proyek pelebaran jalan yang digesa Pemerintah Kota (Pemko) Batam di kawasan Batuaji dan Sagulung, mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Simpang empat Puteri Hijau kini tampak lebih lapang setelah jalur lambat di sisi persimpangan dibuka menjadi lima lajur. Perubahan ini membawa angin segar bagi kelancaran lalu lintas yang selama ini padat di wilayah tersebut.
Jalur dari arah Puteri Hijau menuju Simpang Basecamp kini telah difungsikan dan bisa dilalui pengendara. Sementara dari arah Mukakuning ke Puteri Hijau, proses semenisasi jalan juga telah rampung, membuat arus kendaraan lebih tertib dan lancar.
Median jalan baru pun mulai terlihat di tengah simpang dan saat ini sedang dalam proses penataan. Proyek tersebut segera memasuki tahap pengaspalan untuk menyempurnakan konstruksi. Meski pengerasan belum tuntas di seluruh ruas, progres pengerjaan dinilai positif dan terus mengalami percepatan.
Pelebaran jalan juga terus bergerak ke arah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) depan SP Plaza. Di titik ini, jalan dua lajur akan diperlebar menjadi lima lajur seperti di simpang Puteri Hijau. Langkah ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi, terutama pada jam sibuk.
Arus lalu lintas di simpang Puteri Hijau mulai kembali normal dan lebih lancar dibanding pekan-pekan sebelumnya. Namun kemacetan masih terjadi di area bawah JPO SP Plaza, lantaran pengerjaan masih berlangsung dan beberapa bagian jalan masih ditutup sementara.
Warga Batuaji, Ardi, menyambut baik proyek tersebut. Ia menilai pelebaran jalan ini sangat dibutuhkan demi kelancaran mobilitas warga. “Kami harap proyek ini bisa segera rampung sesuai rencana, agar lalu lintas lebih tertib dan wajah kota di Batuaji makin baik,” ujarnya.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, sebelumnya menyatakan Simpang Puteri Hijau merupakan jalur vital yang menghubungkan kawasan Batuaji, Sagulung, dan Mukakuning menuju pusat kota. Oleh karena itu, peningkatan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas utama Pemko Batam.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Salim, menyebut proyek pelebaran ini juga akan berdampak terhadap fasilitas penunjang lainnya seperti JPO. Penyesuaian desain dan struktur JPO akan dibahas lebih lanjut setelah seluruh pelebaran rampung.
Dengan kondisi lapangan yang terus membaik, masyarakat berharap proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu. Selain memperlancar mobilitas, pelebaran ini juga diharapkan memperkuat penataan kawasan kota menjadi lebih modern, aman, dan nyaman. (***)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RAT NA IRTATIK