Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Atase Perdagangan (Atdag) KBRI Beijing mencatat produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) seperti kakao, rempah-rempah dan lainnya berhasil mendapatkan potensi transaksi dagang senilai 773,2 ribu dolar AS atau setara Rp12,56 miliar dalam ajang China International Small and Medium Enterprises Fair (CISMEF) 2025 di Guangzhou, Tiongkok.
Atase Perdagangan Beijing Budi Hansyah, mengatakan, kegiatan ini menjadi sarana yang tepat untuk mempromosikan produk-produk unggulan Indonesia. Beberapa produk kakao, rempah, kerupuk udang, dan makanan bebas gluten juga menghasilkan nota kesepahaman (MoU) dengan calon mitra dagang.
”UMKM produk pangan kakao, rempah, kerupuk udang, dan makanan bebas gluten berhasil menghasilkan nota kesepahaman dengan calon mitranya di Tiongkok senilai Rp12,56 miliar,” kata Budi melalui keterangan di Jakarta, Jumat (4/7).
Budi mengatakan, produk UMKM Indonesia memiliki daya saing dalam memasuki pasar Tiongkok, terlihat dari antusiasme pengunjung pameran, khususnya untuk produk pangan yang ditampilkan selama pameran berlangsung.
Partisipasi ini memberikan eksposur positif bagi produk UMKM Indonesia dan memperkuat citra Indonesia sebagai mitra dagang yang inovatif dan kompetitif. Produk makanan sehat, kopi, dan perhiasan menjadi sorotan utama pengunjung.
Adapun produk UMKM yang ditampilkan terdiri dari produk pangan, kerajinan tangan, serta fesyen dan aksesorisnya. Partisipasi pada pameran ini merupakan hasil sinergi Atase Perdagangan Kedutaan Besar RI (KBRI) Beijing dengan Kementerian UMKM.
Total nilai perdagangan Indonesia-Tiongkok periode Januari-Mei 2025 sebesar 58,56 miliar dolar AS. Sementara pada 2024, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar 50,70 miliar dolar AS, dengan ekspor Indonesia ke Tiongkok sebesar 23,24 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari Tiongkok sebesar 27,45 miliar dolar AS.
Ekspor utama Indonesia ke Tiongkok, antara lain, paduan fero, lignit tidak termasuk jet, batu bara, meta nikel, dan bijih tembaga. Sedangkan impor Indonesia, antara lain daging binatang jenis lembu segar atau dingin, daging dan sisanya yang dapat dimakan, ikan hidup, ikan segar, dan ikan beku. (***)
Reporter : JP Group
Editor : gustia benny