Buka konten ini
ATHENA (BP) – Kebakaran hutan yang diperparah oleh angin kencang melanda Pulau Kreta, Yunani selatan, memaksa evakuasi terhadap warga dan wisatawan, demikian disampaikan pejabat setempat, Kamis (3/7).
Cuaca panas dan kering yang umum terjadi di Yunani pada musim ini telah meningkatkan risiko terulangnya kebakaran hebat seperti yang terjadi pada musim panas dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut laporan media lokal yang dilansir channelnewsasia.com, sekitar 1.500 orang harus dievakuasi akibat kebakaran yang mulai terjadi pada Rabu malam.
“Evakuasi dilakukan di sejumlah hotel dan para turis telah dipindahkan dengan selamat ke sebuah gedung olahraga tertutup di wilayah Ierapetra,” kata Wakil Prefek Yannis Androulakis kepada saluran televisi Mega, merujuk pada kota wisata di bagian tenggara Kreta.
Androulakis menjelaskan, otoritas terpaksa bergerak cepat karena pesawat pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau area yang terdampak pada malam hari.
“Saat ini ada tiga titik api aktif,” ujar Androulakis. Karena angin yang sangat kencang, api menyebar dengan sangat cepat.
Sekitar 270 personel pemadam kebakaran, 10 helikopter, dan beberapa drone telah dikerahkan untuk memadamkan api, menurut juru bicara dinas pemadam kebakaran Vassilios Vathrakoyannis. Bantuan tambahan juga dikirim dari ibu kota Athena.
“Masih ada beberapa titik api yang tersebar. Api membakar semak belukar dan lahan pertanian,” jelasnya. Angin bertiup sangat kencang, hingga mencapai skala sembilan pada skala Beaufort.
Lanskap Gersang dan Terjal
Kreta, pulau terbesar di Yunani, memiliki lanskap yang kering dan bergelombang, dengan banyak lembah sempit yang menyulitkan upaya pemadaman.
Kebakaran dilaporkan telah merusak sejumlah rumah serta lahan pertanian, termasuk rumah kaca berisi tanaman buah dan sayur.
Kota pesisir Ierapetra, yang dihuni sekitar 23.000 orang, merupakan tujuan wisata utama di Kreta yang setiap musim panas dipadati ribuan wisatawan.
Vathrakoyannis mengatakan, otoritas akan melakukan pendataan kerusakan setelah api berhasil dikendalikan.
Ia memperingatkan bahwa risiko kebakaran akan tetap signifikan sepanjang Juli, yang merupakan bulan terpanas di Yunani.
Meski begitu, Yunani sejauh ini relatif terhindar dari gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar Eropa selatan.
Tahun lalu, Yunani mencatat musim panas terpanas dalam sejarah ketika 45.000 hektare lahan terbakar, menurut WWF Yunani dan Observatorium Nasional Athena. Tahun 2023 menjadi tahun dengan kehancuran lahan terluas yang pernah tercatat. Hampir 175.000 hektare hutan dan lahan habis terbakar, dan 20 orang meninggal dunia akibat gelombang panas, saat suhu mencapai 46 derajat Celsius di beberapa wilayah. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO