Buka konten ini
BATAM (BP) – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Pendidikan merancang pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Nongsa. Sekolah ini akan menjadi kawasan pendidikan terpadu yang menyediakan layanan pendidikan gratis dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), khusus bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengatakan bahwa lahan seluas delapan hektare telah disiapkan untuk mendukung pembangunan. Namun pelaksanaan proyek masih menunggu finalisasi data terbaru dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya DT-SEN 1 yang dirilis Kementerian Sosial.
“Lahan sudah kami siapkan di Nongsa, sekitar 8 hektare. Sekarang kami tinggal menunggu data DT-SEN 1 yang baru dari Kemensos,” ujar Tri, Selasa (1/7).
Menurutnya, konsep Sekolah Rakyat ini berbeda dengan sekolah formal pada umumnya. Kurikulum akan dirancang secara khusus dan pendekatan pembelajaran akan disesuaikan dengan kebutuhan siswa dari keluarga rentan.
“Sekolah Rakyat ini punya pendekatan berbeda, baik dari segi kurikulum maupun segmentasi siswa. Meski berbeda, kami tetap bertanggung jawab atas pelaksanaan pendidikan dan penyediaan tenaga pengajar,” jelasnya.
Tri menambahkan, Pemko Batam hanya menangani penyediaan lahan dan tenaga pendidik. Sedangkan pembangunan fisik sekolah akan ditangani pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Pembangunan gedungnya dikerjakan oleh Kementerian PUPR melalui anggaran pusat. Kami di daerah fokus pada kurikulum dan gurunya,” katanya.
Adapun konsep Sekolah Rakyat dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu, dengan ketiga jenjang pendidikan berada dalam satu lokasi. Namun, menurut Tri, hal ini masih dikaji secara menyeluruh agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Konsepnya terpadu—SD, SMP, SMA dalam satu kawasan. Tapi harus betul-betul dikaji. Jangan sampai menimbulkan dampak sosial atau operasional yang justru menyulitkan,” katanya.
Tri berharap kehadiran Sekolah Rakyat nantinya dapat menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk mendapatkan pendidikan layak. Ia juga berharap sekolah ini dapat membantu menekan angka putus sekolah yang masih menjadi tantangan di Batam.
“Sekolah Rakyat diharapkan jadi alternatif pendidikan inklusif yang menjangkau siswa dari keluarga rentan dan membantu menurunkan angka putus sekolah,” tutupnya. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : RATNA IRTATIK