Buka konten ini
NONGSA (BP) – Seorang penumpang pesawat Super Air Jet rute Semarang–Batam dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan, Senin (30/6) sore. Korban diketahui merupakan warga negara Malaysia bernama Usop bin Jaya, kelahiran Sarawak, 13 Oktober 1972.
Peristiwa terjadi dalam penerbangan Super Air Jet nomor SJV 955. Saat pesawat mendarat di Bandara Internasional Hang Nadim Batam pukul 15.06 WIB, korban telah dinyatakan meninggal dunia di dalam pesawat.
Informasi yang diperole h Batam Pos menyebutkan, korban duduk di kursi 4C bersama istri, Marpuah (kursi 4B), warga negara Indonesia, dan anaknya, Putra Nur Usop (kursi 4A), yang juga berkewarganegaraan Malaysia.
Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 14.00 WIB, saat Usop bin Jaya mengalami sesak napas dan meminta bantuan oksigen kepada awak kabin. Tim kru pesawat langsung memberikan pertolongan pertama, dibantu seorang penumpang yang berprofesi sebagai perawat dan seorang dokter yang kebetulan ikut dalam penerbangan tersebut.
Meski upaya pertolongan sudah dilakukan maksimal, nyawa Usop tak tertolong. Sekitar pukul 14.14 WIB, ia dinyatakan meninggal dunia di dalam pesawat.
Begitu pesawat mendarat, tim gabungan dari Bandara Hang Nadim langsung naik ke pesawat untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap korban.
Kanit Polsek Bandara Hang Nadim, Aipda Ikhwan, membenarkan adanya penumpang yang meninggal dunia saat penerbangan. “Benar, ada penumpang yang meninggal dalam perjalanan dari Semarang ke Batam,” ujarnya.
Menurut keterangan awal, Usop sebelumnya sempat mengeluhkan sakit di bagian dada saat masih berada di Semarang, dan juga saat menjelang lepas landas di Semarang. ”Informasinya memang sudah ada keluhan sejak sebelum terbang,” kata Ikhwan.
Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Batam oleh tim Inafis Polresta Barelang untuk pemeriksaan lebih lanjut dan memastikan penyebab pasti kematiannya.
“Sudah dibawa ke RS Bhayangkara,” tegas Ikhwan.
Sementara itu, Area Manager Lion Air Group Kepri, Amar Fernando, juga membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa korban memang sudah dalam keadaan sakit saat menaiki pesawat.
“Informasi yang saya terima, korban memang sudah sakit dan didampingi dokter. Sementara ini, baru itu informasi yang bisa saya sampaikan,” ujar Amar. (*)
Reporter : Yashinta
Editor : RAT NA IRTATIK