Buka konten ini
LINGGA (BP) – Rencana docking kapal Roro KMP Senangin yang melayani rute Jagoh–Batam dan Jagoh–Jambi membuat para pedagang di Pasar Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, merasa resah. Keresahan ini disampaikan beberapa pedagang saat diwawancarai Batam Pos, Selasa (29/4).
Pasalnya, sebagian besar barang dagangan di Pasar Dabo Singkep didatangkan dari Jambi dan Batam menggunakan kapal Roro KMP Senangin. Faisal, seorang pedagang di Pasar Sayur Dabo Singkep, mengaku khawatir jika docking benar dilakukan pada pertengahan Mei 2025 mendatang.
“Kalau benar KMP Senangin docking di pertengahan Mei, kemungkinan stok barang akan berkurang dan harga bahan pokok bisa naik,” ujar Faisal, Selasa (29/4).
Ia menambahkan, docking kapal biasanya memakan waktu sekitar satu bulan. Jika dalam periode tersebut pasokan barang tidak masuk, kelangkaan barang pasti terjadi dan harga pun melonjak. Terlebih, perayaan Iduladha 1446 Hijriah juga akan segera tiba.
“Biasanya docking kapal memakan waktu satu bulan. Kalau selama itu tidak ada stok yang masuk, barang dagangan jadi langka dan harga naik. Apalagi menjelang Iduladha,” kata Faisal.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga, Hendry Efrizal, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa rencana docking memang pernah disampaikan secara lisan oleh pihak kapal, meski hingga saat ini surat resminya belum diterima.
“Pihak kapal Roro memang sudah menyampaikan rencana docking KMP Kundur dan KMP Senangin secara lisan, tapi surat resminya belum masuk,” jelas Hendry.
Dishub Lingga telah meminta agar docking ditunda, mengingat Kabupaten Lingga dalam waktu dekat akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kepulauan Riau yang membutuhkan dukungan transportasi.
“Hari ini kami akan kirimkan surat resmi ke pihak kapal RoRo untuk menunda docking di bulan Mei 2025,” tegas Hendry.
Para pedagang berharap agar docking bisa ditunda. Jika tidak memungkinkan, mereka meminta solusi agar pasokan barang dari Jambi dan Batam tetap lancar selama docking berlangsung.
Harga Cabai Kembali Stabil
Sementara itu, sepekan setelah perayaan Idulfitri 1446 Hijriah, harga cabai di Pasar Sayur Dabo Singkep yang sempat menyentuh Rp150 ribu per kilogram kini kembali normal.
Pantauan Batam Pos di Pasar Sayur Dabo Singkep menunjukkan aktivitas pedagang mulai normal. Meja-meja dagangan yang sebelumnya tutup perlahan kembali dibuka.
Sarah, salah seorang pedagang, menyebut harga cabai saat ini sudah stabil.
“Alhamdulillah, harga cabai merah, cabai setan, dan cabai rawit sudah kembali normal. Cabai merah dan cabai setan Rp65 ribu per kilogram, sementara cabai rawit Rp45 ribu,” ujar Sarah, Selasa (29/4).
Ia menjelaskan, lonjakan harga sebelumnya terjadi akibat kelangkaan stok pasca-Idulfitri karena gangguan transportasi laut.
“Waktu itu stok barang sedikit karena kapal pengangkut belum masuk, makanya harga melonjak sampai Rp150 ribu,” katanya.
Namun, Faisal, pedagang cabai lainnya, mengingatkan potensi kenaikan harga cabai pada pertengahan Mei 2025.
“Saat ini harga memang sudah normal, tapi bisa naik lagi di pertengahan Mei,” ujarnya.
Saat ditanya penyebabnya, Faisal menjelaskan, kenaikan kemungkinan terjadi karena informasi adanya docking kapal Roro yang biasa mengangkut pasokan dari Jambi dan Batam.
“Kalau docking jadi dilakukan di pertengahan Mei, prosesnya bisa sebulan. Selama itu stok barang berkurang, harga cabai bisa naik lagi,” pungkasnya. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : ANDRIANI