Buka konten ini
TEHERAN (BP) – Pemerintah Iran menetapkan 28 April sebagai hari berkabung nasional menyusul ledakan mematikan yang terjadi di Pelabuhan Shahid Rajaee. Hal itu disampaikan juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani pada Ahad (27/4), seperti dikutip kantor berita Tasnim dilansir Antara.
Pada Sabtu (26/4), ledakan besar mengguncang pelabuhan yang berada di Kota Bandar Abbas, Iran selatan, itu. Gubernur Provinsi Hormozgan, Mohammad Ashouri, mengatakan bahwa korban tewas akibat ledakan itu menjadi 40 orang.
“Hingga kini 40 orang meninggal akibat luka yang diderita dalam ledakan tersebut,” kata dia, seperti dikutip kantor berita pemerintah, IRIB.
Lebih dari 1.200 orang dilaporkan ikut terluka dalam insiden tersebut. Media melaporkan bahwa ledakan itu kemungkinan disebabkan oleh bahan kimia yang disimpan secara tidak benar, tetapi pihak berwenang belum berkomentar soal insiden tersebut.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei meminta dilakukannya penyelidikan atas ledakan di Pelabuhan Shahid Rajaee, Kota Bandar Abbas, yang digambarkannya sebagai insiden yang “memilukan”.
Khamenei, dalam satu pernyataan yang dirilis?pada Ahad, mengatakan peristiwa tersebut telah menyebabkan “kesedihan dan kekhawatiran yang mendalam.”
Karenanya, dia mendesak otoritas keamanan dan peradilan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh untuk “mengungkap kelalaian atau kesalahan yang disengaja, dan menindaklanjutinya sesuai dengan hukum.”
“Semua pejabat harus merasa bertanggung jawab untuk mencegah insiden tragis dan merusak seperti itu,” sebut pernyataan itu.
Pada Ahad, petugas pemadam kebakaran terus berupaya mengendalikan amukan api dan mencegahnya menyebar ke tempat lain. Sementara operasi penyelamatan juga terus dilakukan untuk membantu para korban yang terluka.
Menteri Dalam Negeri Eskander Momeni mengatakan kepada media di Bandar Abbas, Iran Selatan, pada Sabtu malam bahwa sistem operasional pelabuhan dan bea cukai tidak mengalami kerusakan serius sehingga sudah dikeluarkan perintah agar kegiatan pemuatan, pengeluaran kargo, dan bea cukai di pelabuhan dilanjutkan.
Presiden Masoud Pezeshkian juga mengunjungi Bandar Abbas pada Ahad dan bertemu dengan para korban luka yang dirawat di berbagai rumah sakit.
Ia juga melakukan survei udara di pelabuhan tersebut bersama sejumlah pejabat senior.
Menurut media setempat, kebakaran terjadi di pelabuhan pada Sabtu sekitar pukul 12 siang waktu setempat (15.30 WIB), khususnya di area dermaga peti kemas.
Laporan awal menunjukkan adanya bahan yang mudah terbakar di dekat lokasi ledakan.
Pelabuhan penting dan strategis ini berada di Provinsi Hormozgan, sekitar 15 kilometer barat daya Pelabuhan Bandar Abbas di pantai utara Selat Hormuz.
Sehubungan dengan insiden ini, banyak negara menyampaikan pesan solidaritas dan tawaran bantuan kepada Pemerintah Iran. (*)
Reporter : JP Group
Editor : andriani susilawati