Buka konten ini
SAGULUNG (BP) – Upaya pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal ke Malaysia kembali digagalkan. Kali ini, Tim KP Jalak-5002 Direktorat Polair Korpolairud Baharkam Polri menangkap dua pelaku dan menyelamatkan tujuh calon PMI di Perairan Tembesi, Sagulung, Batam, Sabtu (26/4).
Komandan KP Jalak-5002, Kompol Zulfadli, mengatakan, penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif terkait rencana pengiriman ilegal PMI melalui jalur laut.
”Setelah menerima informasi, tim kami melakukan patroli dan pengawasan di sejumlah titik rawan. Senin malam, kami mencurigai sebuah speedboat bermesin 40 PK,” kata Zulfadli.
Saat dihentikan dan diperiksa, petugas menemukan tujuh calon PMI terdiri atas lima laki-laki dewasa, satu perempuan dewasa, dan satu anak laki-laki berusia sembilan tahun.
”Semuanya diduga hendak dikirim ke Malaysia tanpa prosedur resmi,” ucapnya.
Dalam operasi itu, polisi juga mengamankan dua pelaku, Muhamad Tauran (28) dan Muslidin (33), yang berperan sebagai tekong dan anak buah kapal (ABK). Keduanya merupakan nelayan asal Batam dan Karimun.
Selain menyelamatkan korban, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit handphone Vivo Y12, satu speedboat fiber warna biru muda bermesin Yamaha 40 PK, serta empat jeriken berisi bahan bakar.
Kedua pelaku kini menjalani pemeriksaan di atas kapal KP. Jalak-5002 yang bersandar di Dermaga Makobar, Batu Ampar. Mereka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, khususnya Pasal 83 jo Pasal 68 mengenai pemberantasan pengiriman PMI ilegal.
Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri, Brigjen Pol Idil Tabransyah, menegaskan komitmen jajarannya dalam memberantas tindak pidana perdagangan orang dan pengiriman PMI ilegal.
”Ini bukti nyata bahwa Polairud terus bekerja keras melindungi warga dari eksploitasi dan kejahatan lintas negara,” ujarnya.
Kasubdit Patroli Air Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri, Kombes Dadan, juga mengimbau masyarakat agar melaporkan aktivitas mencurigakan di wilayah perairan.
”Kami harap masyarakat aktif melaporkan, agar praktik kejahatan seperti ini bisa dihentikan sejak dini,” ujarnya.
Kejadian ini menambah daftar panjang upaya penyelundupan tenaga kerja ilegal dari Batam ke Malaysia yang berhasil digagalkan. Polairud berkomitmen terus meningkatkan patroli laut sebagai langkah pencegahan sekaligus penindakan kejahatan serupa di masa depan. (*)
Reporter: AZIS MAULANA
Editor : FISKA JUANDA