Buka konten ini
TANJUNGPINANG (BP) – Seorang pria paruh baya ditemukan meninggal dunia di dalam kamar Hotel Surya, yang terletak di Jalan Bintan Kota, Tanjungpinang, pada Kamis (24/4). Pria tersebut ditemukan dalam kondisi yang mencurigakan, dengan mulut berbusa.
Informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian, pria berinisial A, 68, tersebut masuk ke kamar hotel nomor 110 sekitar pukul 12.00 WIB. Me-nurut keterangan saksi, pria ini diduga sempat memesan seorang wanita penghibur sebelum ditemukan tewas.
Rika, salah seorang penghuni kamar hotel lainnya, mengatakan bahwa pintu kamar nomor 110 sempat digedor oleh seorang wanita yang tampak panik dan menangis, meminta pertolongan.
”Saya lihat ke kamar tersebut, ternyata ada seorang pria yang tergeletak telentang. Kakinya sudah pucat,” kata Rika, yang turut menyaksikan kejadian tersebut.
Rika menambahkan bahwa saat ditemukan, korban dalam keadaan telungkup dan tidak mengenakan pakaian. Namun, ia tidak bisa memastikan apakah mulut korban mengeluarkan busa, karena mulut korban tertutup oleh posisi tubuhnya yang telungkup.
”Karena telungkup, mulut korban tidak terlihat. Yang saya lihat hanya korban yang tidak mengenakan pakaian. Kami langsung melaporkan kejadian ini ke pihak hotel,” ujarnya.
Wakasat Reskrim Polresta Tanjungpinang, Iptu Onny, menjelaskan bahwa korban datang ke kamar hotel sekitar pukul 12.00 WIB untuk menemui seorang wanita. Namun, sekitar 15 menit setelah pertemuan tersebut, korban ditemukan sudah meninggal dunia oleh wanita yang ditemuinya.
Saat polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mereka menemukan sejumlah obat-obatan yang terletak tidak jauh dari tubuh korban. Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah obat-obatan tersebut menjadi penyebab kematian korban.
”Saat ini, kami masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematian. Memang ada obat-obatan di sekitar tubuh korban, tapi kami belum bisa memastikan kaitannya dengan kematian korban,” ujar Iptu Onny.
Polisi masih akan melanjutkan penyelidikan lebih lanjut dan melakukan visum untuk mendapatkan informasi lebih jelas mengenai penyebab kematian korban. (*)
Reporter : Mohamad Ismail
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI