Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Perang ganda campuran di kejuaraan beregu cukup sentral. Sebab, sering kali ganda campuran menjadi pembuka jalan. Karena, mereka kerap dimainkan pada urutan pertama yang bisa memengaruhi mental wakil berikutnya. Apalagi, Indonesia tergabung di Grup D Piala Sudirman 2025 bersama Denmark, India, dan Inggris.
Rinov Rivaldy menyatakan, setiap lawan yang ada di grup pastinya sulit. Hanya saja, dirinya cukup percaya diri kalau ganda campuran bisa berkontribusi.
“Kami percaya siapa pun yang akan diturunkan itu punya kemampuannya masing-masing, dan punya kelebihannya masing-masing. Dan kami semua percaya, ganda campuran kali ini cukup solid,” beber Rinov.
Dia menegaskan, target awal tim adalah lolos fase grup. “Sebenarnya kita kan tidak ada yang tahu nanti di lapangan siapa yang akan diturunkan. Dan menang kalah itu sebenarnya bukan urusan kami, itu urusan yang di Atas,” katanya.
Menurutnya, secara persiapan tim cukup matang. Apalagi, dengan masuknya Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja. “Sebenarnya (persiapan) kami sudah hampir maksimal. Kami tinggal memanage pas mau berangkat dan di sana,” ujarnya.
Adanya pemain seperti Gloria memunculkan kans untuk bongkar pasang pemain. Hal itu pula yang menjadi kesiapan pemain. Rinov pun siap dipasangkan dengan siapa saja. “Ya itu kami balikan lagi ke tugasnya pelatih. Kan kami di sini cuma bisa mengikuti aja,” tuturnya.
Penting baginya melihat calon lawan. Mulai dari head to head dan juga kesiapan pemain. “Itu tugasnya pelatih. Dan kami kalau dipasangkan dengan siapa saja, maksudnya kami akan menurut pelatih,” ucapnya.
Ester Gantikan Posisi Jorji
Ester Nurumi Tri Wardoyo menggantikan posisi Gregoria Mariska Tunjung untuk slot tunggal putri Piala Sudirman 2025. Ajang beregu campuran ini berlangsung di Gimnasium Fenghuang Xiamen, Tiongkok, pada 27 April hingga 4 Mei. Jorji -sapaan Gregoria- mengalami sakit vertigo yang membuat tim tak mau ambil risiko.
Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat menyatakan bahwa pemilihan Ester sudah dipertimbangkan. Bahkan, Ester sebelumnya melawan Putri Kusuma Wardani pada simulasi yang dilakukan PP PBSI jelang Sudirman Cup. “Mereka latihan terus, dalam arti ada pertandingan, nggak ada pertandingan, mereka harus siap ngapain aja. Karena kan latihan bukan yang sebulan latihan, lalu tidak (latihan). Itu kan continue terus,” ujarnya saat diwawancarai di sela Rapat Anggota Tahunan NOC Indonesia di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (22/4).
Karena mendapat porsi latihan yang sama, ketika ada pertandingan mereka selalu siap. “Apalagi ini sudah tim event, kami juga sudah menyiapkan jauh-jauh hari juga. Kalau ini nggak bisa, pasti siapa yang naikin, siapa yang masuk, itu memang sudah dipikirin juga,” tuturnya.
Untuk tampil di Sudirman Cup, sejak awal PP PBSI bakal mempertimbangkan head to head pemain dengan calon lawan yang ada sebelum menurunkan skuad. Meski minim jam terbang, Taufik menilai Ester sudah memiliki pengalaman bermain di tim beregu seperti Piala Uber 2024. Saat itu Indonesia merebut runner up. “Di Uber Cup kan dia (Ester) bagus. Maksudnya waktu itu juga kebetulan saya nonton langsung kan. Memang penampilannya bagus. Karena beregu sama perorangan itu kan secara mental, beda ya,” ucapnya.
Karenanya, Taufik percaya Ester bisa. Selain itu, sebagai pemain junior sudah selaiknya mendapatkan kesempatan bermain di level elit. Di tunggal putra, misalnya. Ada nama Alwi Farhan dan M Zaki Ubaidillah yang mengisi skuad bersama Jonatan Christie.
“Ya kalau misalkan masih junior, nggak ada pengalaman, terus dipendem terus, enggak main lagi, mau kapan lagi? Ya sudah. Memang adanya itu. Kami kasih panggung buat ester. Buat yang lain-lain juga kan ada yang muda-muda. Kalau memang mesti main, main,” tegasnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO