Buka konten ini
BANYUWANGI (BP) – Kegiatan mengisi liburan yang dilakukan enam siswa sebuah SMP di Pantai Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Jumat (18/4), berujung petaka.
Dua bocah peserta kegiatan itu tergulung ombak pantai. Keduanya adalah RV dan RN, warga Desa Rejoagung, Kecamatan Srono.
Hingga berita ini diturunkan, RN masih dalam pencarian, sedangkan RV selamat setelah ditolong oleh lifeguard.
Berdasarkan informasi, enam bocah itu datang berboncengan dengan tiga motor sekitar pukul 05.30 WIB. “Ketiganya masuk di lokasi wisata lewat pintu tiket,” kata Humas PM, Yogi Turnando.
Selang 30 menit, mereka menuju pantai lalu mandi di titik yang sudah diberi penan-da larangan, berjarak sekitar 200 meter dari pos lifeguard.
Menurut Yogi, petugas sempat mengingatkan lewat pengeras suara agar keduanya menjauh dari area berbahaya. Namun, mereka tetap bermain air di daerah terlarang tersebut. “Sekitar pukul 06.15, keduanya terseret ombak,” katanya.
Melihat RN dan RV terseret ombak, keempat kawannya lari menuju pos lifeguard. Petugas pun langsung menuju laut.
Anggota lifeguard berhasil menyelamatkan RV dengan menggunakan papan surfing.
Sementara RN gagal diselamatkan dan hilang. Petugas lifeguard sudah mengejar bocah malang itu, namun saat didekati, tubuhnya seperti tertarik ombak lebih jauh.
Dari keterangan beberapa temannya, korban yang hilang tidak bisa berenang. Akibatnya, saat digulung ombak, ia tidak bisa menyelamatkan diri.
Kapolsek Pesanggaran, AKP Lita Kurniawan, menyampaikan bahwa proses pencarian masih dilakukan oleh petugas internal Pokmas Pulau Merah dan kepolisian yang dibantu warga. “Tidak menutup kemungkinan akan kita koordinasikan dengan Basarnas,” ujarnya.
Untuk korban yang selamat, saat ini kondisinya stabil dan sudah bisa diajak berkomunikasi. “Kita fokus pencarian. Untuk korban lainnya, ada di sekretariat PM, akan dijemput oleh keluarga,” pungkasnya.
Terjunkan Perahu hingga Snorkeling
Sementara itu, Koordinator Lifeguard Pulau Merah, Su-yitno, mengatakan, timnya masih melakukan pencarian di sekitar lokasi hilangnya RN.
Menurut Suyitno, setelah gagal menyelamatkan korban, tim lifeguard melakukan berbagai tindakan lanjutan. Di antaranya penyelaman di sekitar titik hanyutnya RN dan penyisiran menggunakan perahu karet. “Kami langsung menyisir pakai perahu karet, ada juga anggota yang menyelam menggunakan alat snorkeling,” terangnya.
Tidak hanya itu, Suyitno menyebut ada empat petugas lifeguard yang tetap melakukan pencarian di sekitar lokasi dengan menggunakan papan selancar.
“Kami masih melakukan pantauan dari pos sini, karena banyak pengunjung lain yang perlu dipantau,” terangnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO