Buka konten ini
Anambas (BP) – Proses pencarian dua warga Munjan, Kabupaten Kepulauan Anambas, terus dilakukan tim SAR gabungan.
Kedua warga tersebut adalah Askarandi dan seorang rekannya yang hingga kini identitasnya belum diketahui.
Mereka dilaporkan hilang saat melakukan pelayaran dari Pulau Selaut, Natuna menuju Desa Nyamuk, Anambas, pada Jumat (11/4) malam
Hingga saat ini, upaya pencarian dilakukan dengan menelusuri jalur pelayaran dari Pulau Bajau ke perairan perbatasan antara Anambas dan Natuna.
”Kami telah turun ke lapangan untuk melakukan penyisiran di sepanjang jalur yang kemungkinan dilalui oleh korban,” ujar Kepala Seksi Operasi Basarnas Natuna, Budiman, Senin (14/4).
Budiman menjelaskan bahwa pada hari ketiga pencarian, pihaknya mengalami kendala akibat hujan yang mengguyur wilayah pencarian, sehingga proses belum bisa dilakukan secara maksimal.
Melalui komunikasi radio, Basarnas telah menyampaikan imbauan kepada kapal-kapal yang melintas di perairan Anambas-Natuna agar membantu apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
”Kami sudah mengumumkan melalui radio komunikasi. Jika ada kapal yang melihat atau menemukan korban, mohon bantu evakuasi dan segera laporkan ke Basarnas,” tambah Budiman.
Dari informasi yang diterima, komunikasi terakhir dengan keluarga terjadi pada Jumat malam pukul 21.00 WIB. Setelah itu, kedua korban tidak dapat dihubungi lagi. ”Terakhir hanya sempat tanya kabar lewat WhatsApp. Setelah dua jam pelayaran, nomor korban sudah tidak bisa dihubungi,” kata seorang anggota keluarga.
Kedua korban diketahui berlayar menggunakan kapal berukuran 7 Gross Ton (GT) dengan estimasi waktu tempuh 13 hingga 15 jam. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI