Buka konten ini
SAGULUNG (BP) – Suasana berbeda terasa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam pada Kamis (10/4), saat puluhan warga binaan tampak antre dengan tertib dan penuh semangat untuk mengikuti layanan Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Rutan Batam, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, dan Puskesmas Sei Langkai, sebagai upaya deteksi dini HIV dan sifilis di lingkungan pemasyarakatan.
Salah satu warga binaan yang enggan disebutkan namanya mengaku senang dan merasa diperhatikan dengan adanya layanan ini.
“Dulu saya tidak peduli soal kesehatan. Tapi di sini saya belajar bahwa hidup sehat itu penting, apalagi kami tinggal bersama dalam satu ruangan. Kalau ada yang sakit, bisa menular ke yang lain,” ujarnya.
Sebanyak 100 warga binaan mengikuti pemeriksaan kesehatan yang mencakup skrining HIV dan sifilis. Tak hanya sekadar tes, kegiatan ini juga dilengkapi dengan edukasi mengenai pencegahan penyakit menular seksual serta pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat. Para peserta menyambut baik kegiatan ini karena merasa lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, meskipun berada dalam tahanan.
Kepala Rutan Batam, Fajar Teguh Wibowo, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen lembaga dalam menjamin hak kesehatan setiap warga binaan.
“Kami ingin menciptakan lingkungan yang sehat di dalam rutan. Deteksi dini sangat penting agar bila ada indikasi penyakit, bisa segera ditangani,” ujarnya.
Tim medis dari Puskesmas Sei Langkai hadir lengkap dengan peralatan medis, dan juga memberikan layanan konseling secara sukarela kepada warga binaan yang ingin berkonsultasi lebih lanjut terkait kesehatan seksual dan reproduksi. Ini menjadi momen penting bagi warga binaan untuk lebih terbuka terhadap kondisi kesehatannya—sesuatu yang mungkin sebelumnya sulit dilakukan.
“Dulu saya takut periksa, takut ketahuan sakit. Tapi setelah dijelaskan oleh petugas, saya jadi berani. Ternyata lebih baik tahu dari awal supaya bisa diobati,” ujar seorang warga binaan yang baru pertama kali mengikuti tes VCT.
Dengan adanya layanan ini, para warga binaan merasa lebih diperhatikan dan didukung dalam menjaga kesehatan. Banyak dari mereka berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin agar kesehatan di dalam rutan tetap terjaga, dan rasa aman semakin tumbuh di antara sesama penghuni.
Layanan Mobile VCT ini diharapkan tidak hanya menjadi program kesehatan semata, tetapi juga memicu perubahan pola pikir dan kesadaran warga binaan akan pentingnya hidup sehat. Bagi mereka, layanan ini bukan hanya soal pemeriksaan, tetapi juga tentang kesempatan kedua untuk menjalani hidup dengan lebih baik, meskipun dari balik jeruji. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK