Buka konten ini
TANJUNGPINANG (BP) – Kondisi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, semakin mempriha-tinkan. Atap bocor terlihat jelas di sejumlah sudut gedung wakil rakyat tersebut.
Pantauan Batam Pos, Jumat (11/4), kebocoran paling kentara tampak di Ruang Rapat Paripurna.
Noda bekas air hujan mencolok terlihat di sekitar karpet hijau yang menghiasi ruangan tersebut.
Tak hanya itu, langit-langit di lantai dua gedung juga menunjukkan kerusakan serius. Terlihat cat mengelupas, bercak lembap berwarna cokelat, serta indikasi kebocoran yang tampaknya telah dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan.
Gedung yang menjadi pusat kegiatan legislatif kota ini tampak tidak terurus. Padahal, berdasarkan data dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), Sekretariat DPRD Tanjungpinang telah menganggarkan biaya pemeliharaan gedung pada tahun 2024 sebanyak Rp340 jutaan.
Rincian anggaran tersebut mencakup Rp10,67 juta untuk pemeliharaan plafon, Rp130 juta untuk pemeliharaan bangunan gedung kantor, serta Rp200 juta untuk pemeliharaan ruang rapat dan fasilitas pendukung lainnya.
Namun, hingga kini kondisi gedung masih belum menunjukkan adanya perbaikan signifikan.
Ketika dikonfirmasi, Sekretaris DPRD Tanjungpinang, M. Amin, enggan memberikan tanggapan. Namun sebelumnya, ia sempat mengakui bah-wa atap ruang rapat paripurna memang sudah tidak bisa ditangani lagi.
“(Ruangan) yang bocor memang banyak. Tapi yang paling parah di sini, di ruang rapat utama. Besarnya bocor di ruangan ini memang tidak bisa diatasi lagi,” kata Amin, Jumat (18/10) lalu.
Amin menambahkan, pihaknya sebenarnya memerlukan renovasi total terhadap gedung DPRD untuk memperbaiki atap dan bagian konstruksi lainnya yang telah rusak dimakan usia. “Semoga pada periode ini, anggota DPRD bisa menganggarkan perbaikan gedung. Ini menjadi tantangan terbesar kami untuk mengatasi kebocoran-kebocoran ini,” pungkasnya. (*)
Reporter : Mohamad Ismail
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI