Buka konten ini
JAKARTA (BP) – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengoptimalkan ekosistem usaha mikro, kecil, dan mene-ngah (UMKM). Menggarap klaster pasar melalui transaksi ritel di pasar-pasar tradisional. Penyaluran pembiayaan segmen small medium enterprise (SME) juga tumbuh double digit.
Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna menjelaskan, pasar merupakan pusat ekonomi masyarakat di tataran akar rumput. Penguatan melalui pemberdayaan ekosistem pasar akan semakin memperkokoh ketahanan ekonomi dengan instrumen keuangan syariah.
”Menyasar pasar untuk membangun ekosistem halal yang nantinya akan terhubung dari hulu hingga hilir mulai produksi hingga penjualan di pasar,” ucapnya saat mengunjungi Pasa Be-ringharjo, Yogyakarta, Kamis (10/4).
Beberapa layanan perbankan syariah akan dikembangkan di pasar. Yakni, BSI Agen, QRIS, dan pembayaran mengguna-kan mesin electronic data capture (EDC). Sehingga dapat mendorong transaksi keuangan syariah digital yang aman, cepat, dan mudah.
Sepanjang 2024, total merchant QRIS BSI di seluruh Indonesia mencapai 448 ribu. Dengan jumlah transaksi mencapai 42,9 juta transaksi dan nilai transak-si Rp3,5 triliun.
Sedangkan merchant EDC BSI mencapai 13 ribu dengan jumlah transaksi pada periode tersebut mencapai 1,3 juta transaksi. Adapun nilai atau volume transaksinya sebesar Rp551 miliar.
Segmen usaha didominasi oleh pedagang besar dan ece-ran, wirausaha makanan dan minuman, sosial budaya dan kerajinan,’’ terang Anton.
Pelaku UMKM memiliki pe-ran besar terhadap perekonomian nasional. Data Kemente-rian Koordinator bidang Perekonomian mencatat, kontribusi UMKM mencapai 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Menyerap hampir 97 persen total tenaga kerja di seluruh Indonesia.
Hingga Februari 2025 BSI menyalurkan pembiayaan ke sektor UMKM sebesar Rp52,09 triliun. Meningkat 12,69 persen secara tahunan.
Pembiayaan tersebut disalur-kan kepada lebih dari 360 ribu nasabah. Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) BSI sebesar Rp97,45 triliun atau 34,58 persen.
BSI mencatat penyaluran pembiayaan ke segmen SME hingga Februari 2025 mencapai Rp21,37 triliun. Tumbuh 11,79 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp19,12 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa perputaran ekonomi khususnya perdagangan ritel tetap bergerak dan tumbuh.
”Kami akan terus mendorong segmen ritel dan juga SME agar terus tumbuh secara sustain disertai dengan konsistensi pendampingan usaha dan juga akses pembiayaan yang mudah dan cepat, tetapi tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent),” ujar Plt Direktur Utama BSI Bob T. Ananta.
Pembiayaan segmen SME BSI telah disalurkan kepada lebih dari 15,4 ribu nasabah. Kualitas pembiayaan tercermin dari non-performing financing (NPF) berada di bawah 4 persen. (***)
Reporter : JP Group
Editor : gustia benny