Buka konten ini
ROQUEBRUNE-CAP-MARTIN (BP) – Penampilan Novak Djokovic bak roller coaster musim ini. Pemegang rekor ranking pertama ATP terlama (428 pekan) itu melaju ke semifinal Grand Slam Australia Terbuka pada Januari dan final Miami Terbuka akhir Maret lalu. Tapi, selama empat bulan terakhir, Djokovic tiga kali tersingkir saat baru tampil di babak awal.
Yang terbaru, Nole –sapaan akrab Djokovic – kalah 3-6, 4-6 oleh petenis Cile Alejandro Tabilo di babak 32 besar Monte-Carlo Masters kemarin (10/4). Sesuai kekalahan dalam turnamen ATP Masters 1000 itu, Djokovic memilih untuk tidak mencari-cari alasan.
“Hari ini (kemarin, red) seperti hari terburukku. Aku berharap tidak terjadi, tetapi selalu ada kemungkinan besar aku bermain (buruk) se-perti ini,” kata Nole seperti dikutip dari Punto de Break.
Djokovic memang tampil buruk lawan Tabilo. Servis keras yang sebelumnya di tunjukkan petenis 37 tahun itu saat melaju ke final Miami Terbuka sudah tidak terlihat lagi. Lapangan tanah liat, yang membuat aliran bola lebih lambat, juga membuat efisiensi servis Djokovic berkurang. Dia hanya mencatatkan 67 persen servis pertama, berbanding 81 persen dengan Tabilo.
Meski masih nirgelar tahun ini, Djokovic mengusung target tinggi dalam turnamen laptanah liat bergengsi ke depan. “(Bisa juara di) Roland Garros,” ucap Djokovic tentang target pecah telur gelar tahun ini. “Hanya di sana,” tegasnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO