Buka konten ini
TANJUNGPINANG (BP) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri telah menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Pengusulan pembangunan sekolah untuk warga kurang mampu tersebut telah diajukan ke Kementerian Sosial (Kemensos).
Lokasi yang diusulkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat berada di kawasan Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang. Tepatnya berada di bundaran pertama setelah Universitas Martim Raja Ali Haji (UMRAH).
”Lokasi yang diusulkan Pemprov Kepri untuk SR berlokasi di Dompak seluas 10 hektare. Tepatnya di dekat bundaran pertama UMRAH,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kepri, Burhanudin, Rabu (9/4).
Ia merincikan, lahan seluas 10 hektare untuk pembangunan SR tersebut terbagi dua. Yakni seluas 5 hektare berada di bagian barat dan 5 hektare lagi di bagian selatan. Dua lahan tersebut hanya dipisahkan oleh Jalan Sultan Mansyur Syah.
Selain itu, Dinsos Kepri juga mengusulkan kuota peserta didik di Sekolah Rakyat tersebut. Sekolah itu diusulkan dapat menampung 1.000 orang peserta didik jenjang SMA.
”Kouta peserta didik yang diusulkan 1.000 siswa. (SR) khusus untuk orang tidak mampu dan usulan kita tingkat SMA,” sebutnya.
Sementara untuk kurikulum dan tenaga pendidik, kata dia hal tersebut merupakan tugas dan kewenangan dari Kementerian Pendidikan. Kendati demikian, pihaknya masih menunggu asesmen dari Kemensos.
”Sedangkan tenaga pendidik dan kurikulum merupakan tugas dan kewenangan kementerian pendidikan. Tapi kita menunggu asesmen dari kementerian sosial untuk kepastiannya,” tegasnya.
Selain Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda juga bakal dibangun di kawasan Dompak Kota Tanjungpinang. Pemprov melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri juga sudah menyiapkan lahan seluas 20 hektare.
”Lahan pembangunan Sekolah Garuda seluas 20 hektare, lokasinya di Dompak,” kata Kepala Disdik Kepri, Andi Agung kepada Batam Pos.
Kendati demikian, Andi Agung masih enggan membeberkan berapa kuota peserta didik di Sekolah Garuda tersebut. Terlebih, pihaknya masih akan fokus untuk memenuhi sarana dan prasarana di sekolah khusus warga itu.
”Kuota nanti dulu, yang pasti sarana dulu yang kita siapkan. Tidak mungkin sarana belum ada, kita berbicara siswanya,” tegasnya.
Ia memperkirakan, pembangunan Sekolah Garuda bakal menelan anggaran kurang lebih senilai Rp100 miliar. ”(Anggaran) semuanya dari pusat, sekitar Rp100 miliar. Karena sistemnya boarding school,” pungkasnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : RYAN AGUNG