Buka konten ini
TANJUNGPINANG (BP) – Simpang empat Kota Piring, Kota Tanjungpinang, Kepri yang sempat dibuka paksa warga sekitar, kini kembali ditutup Dinas Perhubungan (Dishub). Penutupan itu dilakukan dengan pertimbangan mencegah kemacetan di persimpangan tersebut.
Sebelum membuka paksa barier, para warga Jalan Kota Piring sempat mengutarakan kekesalannya, dengan melakukan aksi demo di Jalan Kota Piring, arah Jalan WR Supratman Tanjungpinang, Rabu (9/4).
Kadishub Kota Tanjungpinang, Boby Wira Satria, me-ngatakan bahwa penutupan kembali persimpangan ini berdasarkan hasil rapat dengan perwakilan masyarakat. Penutupan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kemacetan. ”Langkah tersebut sudah kami analisis, yaitu mencegah kemacetan saat jam padat,” kata Boby.
Ia menyampaikan, permintaan para warga untuk membuka persimpangan Kota Piring tersebut memang tidak bisa dipenuhi. Terlebih lagi, kata dia, jalan tersebut memiliki lima persimpangan.
Masyarakat juga diminta untuk tidak membuka secara paksa atau merusak pembatas jalan yang kembali dipasang. Dishub Tanjungpinang juga akan melakukan sosialisasi, terkait adanya solusi jangka panjang.
”Kami terus sosialisasikan dan meminta masyarakat bersabar dengan penutupan ini, karena ada solusi jangka panjang yakni fly over yang masih dibahas,” pungkasnya.
Puluhan warga Kota Piring melakukan protes dengan adanya penutupan jalan simpang empat Kota Piring. Protes itu ditunjukkan dengan aksi demonstrasi di bahu jalan arah menuju Jalan WR Supratman. Aksi tersebut juga dikawal ketat oleh sejumlah petugas kepolisian.
Para warga meminta, simpang empat yang menghubungkan Jalan Kota Piring ke Jalan D.I Panjaitan Batu 6 danBatu 9 segera dibuka.
”Kami minta segera dibuka, mau tidak mau hari ini harus segera dibuka,” kata Imah, satu di antara warga yang melakukan aksi demo.
Mereka menilai, penutupan simpang empat tersebut membuat warga Kota Piring kerepotan. Terlebih lagi, ditutupnya persimpangan ini membuat warga yang hendak menuju ke daerah Batu 6 terpaksa memutar terlebih dahulu di u-turn Jalan WR. Supratman, yang jaraknya cukup jauh.
”Jadi kita harus perlu waktu lagi, otomatis minyak juga lebih banyak yang terpakai. Karena simpang ini ditutup, waktu perjalanan kita jadi tambah 10 menit,” sebut Imah. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI