Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Anggota Badan Pelaksana Badan Penge-lola Keuangan Haji (BPKH) Sulistyowati menegaskan, mere-ka tidak hanya mengelola dana haji. BPKH juga mengelola dana abadi umat (DAU). Sesuai dengan namanya, hasil pengelolaan atau investasi DAU sepenuhnya digunakan untuk beragam program kemaslahatan umat di Indonesia.
Salah satu program kemaslahatan umat yang diselenggarakan BPKH adalah membiayai perjalanan balik para pemudik dari sejumlah daerah. Selama perjalanan balik, para pemudik mendapatkan sisipan materi mengenai haji dan keuangan haji. Supaya bisa meningkatkan semangat bagi masyarakat untuk mendaftar haji.
Sulistyowati menegaskan program kemaslahatan itu bersumber dari DAU yang jumlahnya sekarang sekitar Rp3,9 triliunan. Dana itu dikelola oleh BPKH, sehingga menghasilkan hasil pengelolaan atau dana imbal hasil tiap tahunnya. Tahun ini hasil pengelolaan DAU oleh BPKH ditarget menghasilkan dana imbal hasil Rp250 miliar.
DAU itu terpisah dengan dana haji, yang sama-sama dikelola oleh BPKH. Dana haji saat ini angkanya sekitar Rp171 triliun. Dana ini bersumber dari setoran awal pendaftaran haji sebesar Rp25 juta per jemaah. Hasil investasi dana haji digunakan untuk urusan haji dan dikembalikan ke jemaah yang masih antre.
BPKH memastikan bahwa program balik gratis tersebut tidak menggunakan dana haji. Untuk diketahui BPKH tidak hanya mengelola dana haji. Mereka juga mengelola DAU. Hasil pengelolaan atau investasi dari DAU itu, digunakan untuk beragam kegiatan kemaslahatan umat. Mulai dari renovasi masjid atau musala, penga-daan mushaf Al-qur’an Braille, serta layanan balik gratis yang diikuti 2.280 orang.
Sulistyowati menjelaskan program Balik Kerja Bareng itu merupakan inisiatif BPKH untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang telah melaksanakan mudik ke kampung halaman.
“Kami ingin memastikan para pemudik dapat kembali ke tempat perantauan dengan aman dan nyaman untuk melanjutkan aktivitas mereka,” kata Sulistyowati dalam keterangannya, Selasa (8/4).
Lewat program itu, BPKH i-ngin ikut menunjukkan kepedulian kepada masyarakat.
Sulistyowati menambahkan, pembiayaan Balik Kerja Bareng menggunakan hasil investasi atau nilai manfaat dari Dana Abadi Umat yang dikelola BPKH. Melalui Program Kemaslahatan itu, menunjukkan komitmen BPKH untuk hadir dan memberikan manfaat langsung bagi umat. Tidak hanya melalui pengelolaan dana haji, tetapi juga dalam mendukung kesejahteraan sosial masyarakat Indonesia.
”Kami juga ingin memastikan bahwa nilai manfaat dari Dana Abadi Umat yang kami kelola dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Nilai Pokok Dana Abadi Umat tetap kami jaga, dan yang digunakan adalah nilai manfaatnya,’’ tegas Sulistyowati.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Badan Pelaksana BPKH Acep Riana Jayaprawira mengungkapkan mereka tidak hanya berfokus pada pengelolaan keuangan haji. Tetapi juga menggagas berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, melalui optimalisasi Dana Abadi Umat.
”Program seperti Balik Kerja Bareng ini menjadi salah satu cara BPKH untuk memastikan bahwa manfaat dari dana yang kami kelola dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Sehingga kerja-kerja BPKH semakin terasa dampaknya bagi umat,” ungkapnya.
Program ini mendapatkan sambutan yang sangat positif dari masyarakat. Ratusan pemudik dari berbagai kalangan memanfaatkan fasilitas transportasi gratis yang disediakan oleh BPKH untuk kembali ke kota tempat mereka bekerja. “Saya sangat senang dengan adanya program seperti ini. Selain dapat menghemat biaya, perjalanan juga menjadi lebih teratur dan nyaman,’’ kata Budi, salah seorang peserta dari Yogyakarta. (*)
Reporter : JP Group
Editor : gustia benny