Buka konten ini
TANJUNGPINANG (BP) – Ribuan PTK non Aparatur Sipil Negara (ASN) sejauh ini belum menerima insentif hari raya, sebagai pengganti Tunjangan Hari Raya (THR) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.
Penyaluran insentif hari raya ini sebelumnya dijanjikan akan salurkan sebelum lebaran Idulfitri 2025. Namun, uang senilai Rp2 juta per orang tersebut akan segera disalurkan dalam jangka waktu sehari, hingga dua hari ke depan.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan terlambatnya penyaluran insentif hari raya ke 2.640 orang PTK non ASN tersebut disebabkan kesiapan data, hingga kepepet waktu kerja dengan libur lebaran Idulfitri.
”Saya sempat telfon ke Bank, katanya mereka sudah tutup. Jadi kita serahkan insentif hari raya ini setelah lebaran Idulfitri,” kata Ansar, Selasa (8/4).
Ia meminta kepada ribuan PTK non ASN untuk tidak khawatir terkait insentif hari raya tersebut. Sebab, Pemprov Kepri akan segera melakukan penyaluran mulai hari ini, hingga dua hari ke depan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung mengatakan awalnya penyaluran insentif ini direncanakan dilakukan pada 28 Maret, atau dua hari jelang lebaran Idulfitri. Namun, di hari tersebut Bank sudah mulai tutup, hingga menyebab penyaluran ditunda.
”Kirain jumat bisa, ternyata tidak bisa. Yang jelas akan kita bayarkan Rp2 juta per orang. Mulai hari ini kita usahakan selesai,” pungkasnya, Selasa (8/4).
Para PTK Non ASN tersebut sebelumnya mengaku sedih karena insentif hari raya yang dijanjikan bakal cair sebelum hari lebaran, malah tidak kunjung cair. Terlebih lagi, insentif tersebut sangat dibutuhkan oleh mereka.
”Kami PTK Non ASN Disdik Kepri sangat sedih karena THR (insentif hari raya) sampai saat ini belum cair,” kata seorang PTK Non ASN Pemprov Kepri yang enggan disebutkan identitasnya, Minggu (30/3).
Insentif hari raya yang dijanjikan itu, kata dia merupakan harapan pegawai berstatus bukan Non ASN untuk memenuhi kebutuhan menyambut lebaran. Para pegawai itu juga merasa heran, terkait Pemprov Kepri yang dinilai tidak memperhatikan nasib mereka.
”Biasanya tahun yang lalu THR kami sering dapat, kenapa tahun ini tidak dapat. Apa salah kami sebagai PTK Non ASN,” tambahnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : ANDRIANI S