Buka konten ini

BATAM (BP) – Arus mudik Lebaran 2025 di Bandara Internasional Hang Nadim mencatat pergerakan penumpang sebanyak 192.854 orang, mengalami kenaikan tipis sebesar 2 persen dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 189.113 orang. Namun, jumlah penerbangan justru menurun 4 persen dari 1.440 penerbangan pada 2024 menjadi 1.376 penerbangan pada periode tahun ini.
Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB) Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan, data tersebut merupakan hasil rekapitulasi selama masa Posko Angkutan Lebaran yang berlangsung dari 21 Maret hingga 3 April 2025.
“Data tersebut merupakan rekap dari 21 Maret hingga 3 April atau selama posko angkutan mudik Lebaran di Bandara Hang Nadim dibuka,” ujar Pikri, Jumat (4/4).
Menghadapi arus balik yang diprediksi memuncak pada akhir pekan ini, yakni Sabtu (5/4) dan Minggu (6/4), PT BIB telah mengajukan 20 penerbangan tambahan. Sembilan di antaranya telah diajukan kemarinuntuk mengakomodasi lonjakan penumpang.
“Kami telah mengajukan 20 penerbangan tambahan untuk mengakomodasi penumpang pada momen arus balik akhir pekan, sebab diperkirakan puncaknya terjadi pada Sabtu dan Minggu,” katanya.
Menurutnya, hari dengan arus mudik tertinggi terjadi pada 29 Maret 2025. Saat itu, Bandara Hang Nadim mencatat jumlah penumpang mencapai 19.900 orang dalam satu hari. Untuk memastikan kelancaran arus balik, pihak bandara telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung.
“Kami selalu mempersiapkan, terutama dalam hal ground handling atau penanganan bagasi, agar arus balik berjalan lancar. Sementara untuk keberangkatan, jumlah penumpang biasanya tidak terlalu banyak,” jelasnya. PT BIB juga berkomitmen untuk menjaga kualitas pelayanan selama periode angkutan Lebaran, terutama dalam menjaga kenyamanan dan keamanan penumpang di tengah fluktuasi lalu lintas udara.
Sementara itu, arus mudik dan balik selama periode Lebaran 2025 menunjukkan tren positif bagi sektor transportasi laut di Batam. Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam mencatat lonjakan jumlah penumpang yang signifikan, baik dari rute domestik maupun internasional.
Direktur BUP BP Batam Dendi Gustinandar menyebut total kenaikan mencapai 29.915 penumpang atau setara 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk penumpang domestik, jumlah keseluruhan meningkat sebanyak 4.169 orang atau sekitar 2 persen dibandingkan periode Lebaran 2024.
Lebih rinci, jumlah penumpang domestik yang naik menunjukkan lonjakan cukup besar, yakni bertambah 11.682 penumpang atau naik 8 persen. Angka ini memperlihatkan peningkatan mobilitas masyarakat yang memilih Batam sebagai tujuan utama ataupun titik keberangkatan selama libur Lebaran.
Namun demikian, tidak semua data menunjukkan tren naik. Penumpang domestik yang turun justru mengalami penurunan sebanyak 7.513 orang atau 8 persen dibandingkan tahun lalu. Meski begitu, penurunan ini tidak terlalu memengaruhi tren keseluruhan yang masih positif.
“Lonjakan jumlah penumpang domestik menunjukkan bahwa Batam terus menjadi pilihan utama bagi para pelancong, terutama saat Lebaran,” kata Dendi, Jumat (4/4). Ia menambahkan, pihaknya terus memantau pergerakan arus penumpang guna meningkatkan pelayanan.
Sementara itu, di sektor internasional, angka pertumbuhan bahkan lebih mencolok. Penumpang internasional yang turun di pelabuhan Batam meningkat 15.206 orang atau 15 persen. Ini mencerminkan ketertarikan wisatawan asing yang makin tinggi terhadap Batam.
Tak hanya itu, penumpang internasional yang naik juga mencatatkan peningkatan tajam sebanyak 14.709 penumpang atau naik 16 persen dari tahun sebelumnya. Dendi menyebut hal ini sebagai sinyal kuat sektor pariwisata dan ekonomi lokal tengah mengalami kebangkitan.
”Data ini menunjukkan minat yang terus berkembang untuk berkunjung ke Batam dari luar negeri. Kami melihat potensi besar untuk terus mengembangkan infrastruktur dan fasilitas penunjang pariwisata,” katanya.
Kombinasi pertumbuhan di sektor domestik dan internasional menjadikan total kenaikan penumpang tahun ini mencapai hampir 30 ribu orang. Ini bukan hanya sekadar angka statistik, tetapi juga gambaran bahwa Batam terus mengukuhkan diri sebagai salah satu destinasi strategis di Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas dan layanan di pelabuhan demi memberikan pengalaman terbaik kepada para penumpang,” ujarnya.
Di wilayah lain, pemudik perlu mempertimbangkan waktu puncak arus balik yang diperkirakan terjadi hari ini (5/4) sampai Senin (7/4). Polri juga telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi tingginya volume kendaraan.
”Untuk arus balik, para pemudik biasanya sudah dalam kondisi lelah, sehingga kami perlu menyiapkan skema yang lebih hati-hati dan fleksibel,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryanugroho, Kamis (3/4).
Jika terjadi lonjakan arus balik pada 5 dan 6 April, lanjut Agus, pihaknya akan memberlakukan one way nasional, dengan titik awal di KM 414 Kalikangkung, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Perkembangan arus lalu lintas bakal terus dipantau.
Sementara itu, Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Raden Slamet Santoso mengungkapkan bahwa setelah pukul 12.00 WIB kemarin, jumlah kendaraan dari Gerbang Tol Palimanan-Kanci sudah mengalami peningkatan mencapai 3.500 kendaraan. ”Di atas jam 12.00 tadi (kemarin) di traffic counting yang ada di Palikanci itu sudah kurang imbang. Jadi, yang masuk ke arah Jakarta itu sudah sekitar 3.500-an, namun yang keluar sudah 1.500-an sehingga kita sudah langsung persiapan untuk menerima arus lalu lintas yang dari arah timur ke Jakarta,” kata Slamet.
Selain rekayasa lalu lintas, pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap rest area melalui sistem monitoring Command Center. Apabila terjadi kepadatan, petugas akan menutup dan mengalih kan ke rest area berikutnya.
Sementara itu, pemerintah menilai mudik Lebaran 2025 sangat lancar. Kebijakan seperti work form anywhere (WFA) dan rekayasa lalu lintas dianggap efektif.
Namun, peneliti Institute Studi Transportasi Ki Darmaningtyas memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, bisa jadi arus mudik lancar akibat masyarakat banyak tidak mudik akibat terdampak efisiensi.
”Di wilayah Yogyakarta, misalnya, baik di Kota Yogya maupun Kabupaten Gunungkidul yang saat arus mudik dan Lebaran biasa dipadati kendaraan pribadi, utamanya mobil berplat polisi non-AB, musim mudik 2025 ini terlihat sepi,” terangnya.
”Tidak mendasarkan pada evaluasi lapangan pelaksanaan mudik Lebaran 2024 maupun kondisi sosial ekonomi masyarakat,” jelasnya. (*)
Reporter : AZIS MAULANA – ARJUNA – JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG