Buka konten ini
BATAM (BP) – Sebanyak 80 pekerja migran Indonesia (PMI) dideportasi dari Malaysia dan dipulangkan melalui Pelabuhan Stulang Laut menuju Pelabuhan Internasional Batam Center, Kamis (27/3). Para PMI tersebut akan ditampung di shelter sebelum dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.
Salah satu PMI yang dideportasi adalah Sumiati, warga asal Tuban, Jawa Timur. Ia mengaku telah bekerja sebagai asisten rumah tangga di Malaysia selama 10 tahun.
”Sudah lama di Malaysia, kerja sebagai kemas rumah. Kalau di Indonesia disebut asisten rumah tangga (ART),” ujar perempuan berusia 53 tahun itu.
Menurutnya, ia ditangkap oleh petugas imigrasi Malaysia saat keluar rumah karena masa berlaku paspornya telah habis. ”Saya ditangkap oleh petugas imigrasi Malaysia dan sudah ditahan selama delapan bulan,” katanya.
Sumiati juga mengaku sempat disiksa oleh petugas imigrasi perempuan di Malaysia, yang membuatnya trauma. ”Saat ditahan, saya mengalami penyiksaan oleh petugas imigrasi perempuan,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Ia mengatakan bahwa pemulangan ini merupakan bagian dari program pemutihan di Malaysia. Ia pun merasa lega bisa kembali ke Indonesia, terutama karena menjelang Hari Raya Idulfitri. Namun, ia juga mendapat tawaran untuk kembali bekerja di Malaysia dengan proses baru.
”Kebetulan saya dipulangkan saat mau Lebaran,” imbuhnya.
Sementara itu, petugas BP3MI Batam, Indra, mengonfirmasi bahwa pemulangan PMI dilakukan dalam dua tahap. ”Hari ini ada 80 PMI yang dipulangkan. Trip pertama berjumlah 16 orang, sedangkan trip kedua 64 orang,” ujarnya.
Indra menambahkan, sepanjang tahun ini sudah lebih dari seribu PMI yang dideportasi dari Malaysia. Setibanya di Batam, mereka akan didata dan ditampung sementara sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
”Sudah banyak yang dipulangkan, dan pemulangan dilakukan secara bertahap,” ungkapnya.
Sementara itu, Syahbandar Pelabuhan Feri Internasional Batam Centre, Erik Mario Sihotang, mengatakan bahwa para PMI tiba dalam dua trip dengan kapal berbeda. ”Trip pertama tiba sekitar pukul 15.00, dan trip kedua sekitar pukul 16.00,” pungkas Erik. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : RYAN AGUNG