Buka konten ini

AUSTRALIA (BP) – Timnas Indonesia mengalami kekalahan telak 1-5 dari Australia dalam laga lanjutan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Sydney Football, Kamis (20/3). Hasil ini memicu reaksi beragam dari publik, terutama setelah Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan dukungan penuh kepada pelatih Patrick Kluivert dan skuad Garuda.
Sepanjang pertandingan, Indonesia sebenarnya menunjukkan dominasi dalam penguasaan bola. Timnas mencatatkan 64 persen ball possession di babak pertama. Namun, efektivitas serangan menjadi kelemahan utama. Kesempatan emas datang di menit ketujuh melalui penalti yang dieksekusi Kevin Diks. Sayangnya, bola hanya membentur tiang gawang.
Sebaliknya, Australia mampu memanfaatkan peluang. Mereka mendapatkan penalti pada menit ke-18 setelah Nathan Tjoe A On melanggar Lewis Miller. Martin Boyle sukses mengeksekusi penalti, membuka keunggulan bagi tuan rumah. Dua menit berselang, Nishan Velupillay menggandakan skor lewat bola liar. Jackson Irvine turut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-34. Australia unggul 3-0 hingga turun minum.
Di babak kedua, Indonesia mencoba melakukan perubahan. Mereka memasukkan Eliano Reijnders. Sempat ada peluang dari Ole Romeny di menit ke-53. Namun, kiper Mat Ryan tampil gemilang. Sayangnya, Australia terus menambah keunggulan lewat sundulan Craig Goodwin pada menit ke-61. Gol hiburan akhirnya tercipta untuk Indonesia melalui Ole Romeny di menit ke-78. Namun, Jackson Irvine kembali mencetak gol di menit ke-90, memastikan kemenangan Australia 5-1.
Meski hasilnya mengecewakan, Erick Thohir menunjukkan sikap berbeda. Ia memberikan dukungan penuh kepada Kluivert. Melalui unggahan di Instagram, Erick menegaskan cintanya pada Timnas Indonesia. Ia berkomitmen untuk terus membangun sepak bola nasional.
”Saya tetap dukung Tim Nasional sepak bola Indonesia di saat kalah ataupun menang. Karena saya mencintai bangsa ini seutuhnya. Saya akan tetap kerja keras membangun Tim Nasional ini untuk menembus Piala Dunia. Kepada para pemain, tetap tegakkan kepala kalian. Peluang itu masih ada,” tulis Erick.
Netizen Soroti Beda Perlakuan Erick Thohir
Namun, sikap ini justru memicu perbandingan. Banyak yang menyoroti perlakuan Erick kepada Shin Tae-yong. Warganet menilai bahwa saat Indonesia kalah melawan China dan Jepang, respons yang diberikan tidak sehangat ini. Banyak yang merasa Shin Tae-yong mendapat tekanan lebih besar.
”Pas kalah lawan China dan Jepang kok ngga begini pak?” tulis akun @ultimategaruda.
Komentar serupa juga disampaikan @dwisetyoputro87. Ia menyinggung keputusan Erick mengganti pelatih meski dukungan publik kepada Shin Tae-yong begitu besar.
”Saya tidak tau apa yg anda bicarakan dengan towel saat itu, tapi setelah itu tiba datang keputusan yg krusial ganti pelatih, padahal dukungan dan energi positif dari pendukung sudah satu hati, dan pak Erik yg memecah kesatuan itu. Fatal ganti pelatih setelah laga win atas Arab,” katanya.
Sementara itu, akun @donaryadien juga turut menyindir. ”Hahahahaha.. nih kalau yg kalah STY, sdh teriak2 di ruang ganti. Kacau bapak ini.”
Tak ketinggalan, akun @voetballers_indonesia mengingatkan pernyataan sebelumnya dari Arya Sinulingga, anggota Exco PSSI.
”Jadi ingat kata2 si doi @arya.m.sinulingga said ’Ini adalah tim kepelatihan terbaik yang pernah kita miliki. Semoga prestasi dari semua sisi juga menghasilkan yang terbaik utk Indonesia.’ YANG AWALNYA DI GBK 0-0 DI AUSTRALIA JADI 5-1 HAHAHAHHAHHAHAH LUCU!”
Dengan respons beragam ini, sorotan terhadap kebijakan Erick Thohir semakin mencuat. Evaluasi menyeluruh dipastikan akan dilakukan sebelum Indonesia menghadapi Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa (25/3). (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : MUHAMMAD NUR