Buka konten ini
ANAMBAS (BP) – Tiga pejabat negara meresmikan pengembangan RSUD Tarempa, Kabupaten Anambas, Sabtu (22/3), sebagai bagian dari program nasional peningkatan layanan kesehatan di daerah terluar. Pengembangan RSUD Tarempa dari tipe D menjadi tipe C ini dikucurkan anggaran sebesar Rp150 miliar.
Tiga pejabat tersebut adalah Kepala Staf Presiden, AM Putranto; Menko PMK, Pratikno;dan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.
Peletakan batu pertama ini menjadi langkah awal modernisasi RSUD Tarempa agar mampu melayani pasien dengan penyakit katastropik seperti stroke, jantung, kanker, dan ginjal.
“Rumah sakit ini akan dikembangkan menjadi rumah sakit modern agar masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah,” ujar Budi Sadikin.
Ia menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win untuk memodernisasi 32 RS tipe D di wilayah 3T (terluar, terdepan, tertinggal). Dengan begitu, warga Anambas tidak perlu lagi berobat ke luar negeri seperti ke Malaysia yang selama ini menjadi tujuan rujukan.
“Anambas ini jauh, kasihan kalau pasien masih harus dikirim keluar daerah. Dengan adanya RS ini, harapannya cukup di sini saja,” ujar Menkes.
Budi juga meminta Pemkab Anambas mempersiapkan SDM tenaga medis lokal melalui program beasiswa dokter spesialis dari Kementerian Kesehatan agar layanan bisa maksimal saat pembangunan rampung.
“Targetnya pembangunan selesai dalam satu tahun sebagai komitmen kami memperluas akses layanan kesehatan berkualitas di seluruh Nusantara,” katanya.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian khusus yang diberikan kepada Anambas, salah satu kabupaten termuda di Kepri yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan tenaga medis.
“Selain memberikan bantuan, mereka hadir langsung memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana,” ucap Ansar.
Ansar juga menegaskan, sebagai daerah berbatasan langsung dengan Malaysia dan Vietnam serta punya potensi wisata, Anambas sangat membutuhkan layanan kesehatan yang memadai.
“Dengan peningkatan fasilitas ini, masyarakat bisa mendapatkan perawatan di daerah sendiri. Saya juga berupaya meyakinkan dokter-dokter, khususnya putra-putri Kepri dan Anambas, untuk kembali mengabdi di daerah asal mereka,” tutupnya. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : MUHAMMAD NUR