Buka konten ini
BINTAN (BP) – Tim Damkar Tanjunguban berhasil mengevakuasi warga lanjut usia (lansia) yang sakit terjebak banjir di Kampung Paya Lebar, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Kamis (20/3).
Menurut Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, proses evakuasi dilakukan setelah petugas menerima laporan dari warga tentang warga lansia yang terjebak di rumahnya yang tergenang air.
”Ibu itu, sakitnya sudah lama,” ujar Panyodi dihubungi, Jumat (21/3).
Setelah menerima laporan, timnya segera menuju lokasi banjir. Ketinggian air di lokasi sudah ada yang mencapai setinggi pinggang orang dewasa.
Timnya kemudian menerobos banjir untuk mencapai rumah warga lansia berusia 59 tahun itu. Setibanya di rumah, petugas melihat warga lansia sedang terbaring di tempat tidur yang telah ditinggikan.
Awalnya, warga lansia akan dievakuasi menggunakan kursi roda, namun karena banjir yang cukup tinggi, petugas memutuskan untuk mencari tandu. ”Kami meminjam tandu dari Satdik TNI AL dan berhasil mengevakuasi warga lansia ke rumah kosong yang aman dari banjir,” pungkas Panyodi.
15 Titik Banjir di Tanjungpinang
Sementara itu, Polresta Tanjungpinang menggelar rapat koordinasi bersama Pemko Tanjungpinang dan BPBD Tanjungpinang di Mapolresta Tanjungpinang, Kamis (20/3) malam.
Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Hamam Wahyudi, menegaskan bahwa kepolisian akan terus memikirkan langkah-langkah yang harus dilakukan, untuk menangani permasalahan akan dampak dari bencana saat ini.
”Saat ini cuacanya cukup ekstrim, jadi beberapa bencana alam seperti tanah longsor, banjir, pohon tumbang beserta lainnya, harus dapat kita tanggulangi jika suatu saat terjadi lagi,” katanya.
Kapolresta mengatakan, bahwa saluran drainase air menjadi faktor yang menyebabkan banjir. Drainase yang ada di Tanjungpinang saat ini, masih terbilang kurang memadai.
”Kami akan selalu menyediakan personel jika suatu saat terjadi bencana, agar kita semua dapat menyamakan persepsi demi penanggulangan bencana di Tanjungpinang,” jelas Hamam.
Di tempat yang sama, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan, pihaknya bersama kepolisian masih mencari solusi yang tepat untuk menanggulangi bencana saat ini.
”Kami berharap agar penanggulangan bencana dapat dilakukan dengan tepat. Kami juga akan terus mencari cara untuk menyelesaikan permasalahan ini,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Tanjungpinang, Muhammad Yamin menyebutkan, bahwa selama 2 hari belakangan ini, curah hujan yang sangat tinggi dapat menyebabkan terjadinya banjir hingga tanah longsor.
”Kami mendata ada sebanyak 15 titik yang terjadi banjir, beberapa diantaranya juga terjadi tanah longsor, ini patut menjadi perhatian kita bersama,” sebutnya. (*)
Reporter : Slamet Nofasusanto / Yusnadi Nazar
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI