Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Ambruknya indeks harga saham gabungan (IHSG) mendapat perhatian dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam waktu dekat, Prabowo akan bertemu dengan para investor yang bermain di stock market.
Rencana pertemuan itu disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Rabu (19/3). ”Presiden akan bertemu dengan investor market,” ujarnya. Namun, untuk waktunya, Luhut mengaku belum tahu karena sedang dicarikan jadwal oleh sekretaris kabinet.
Luhut sendiri berpendapat, kasus ambruknya IHSG biasa terjadi. Kebetulan saja, kemarin penurunan mencapai 6 persen. ”Hari ini sudah rebound,” imbuhnya. Pantauan di lapangan, IHSG kemarin memang rebound.
Namun, hanya naik 1,42 persen. Belum menyamai penurunan Selasa lalu yang minus lebih dari 3 persen.
Ke depan, Luhut menilai situasi market perlu diawasi dengan cermat. Presiden Prabowo juga punya komitmen untuk hati-hati dalam mengelola fiskal. ”Beliau menyatakan akan tetap hati-hati dengan disiplin fiskal. Saya kira benar-benar dihitung dengan baik,” terangnya.
Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan kebijakan pelaksanaan pembelian kembali (buyback) saham tanpa melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Kebijakan itu diambil dengan mempertimbangkan bahwa perdagangan saham mengalami tekanan sejak 19 September 2024. Secara highest to date, IHSG sudah terjun 1.682 poin atau minus 21,28 persen per 18 Maret 2025.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menyatakan, faktor risiko di pasar keuangan global masih terpantau cukup tinggi. Hal itu, antara lain, dipicu oleh ketidakpastian kebijakan tarif pemerintah Amerika Serikat (AS), eskalasi perang dagang, indikasi cooling-off perekonomian AS, dan dinamika geopolitik.
Dari sisi domestik, memang ada sejumlah tantangan yang tidak kalah kompleks. ”Kami juga meyakini bahwa secara keseluruhan kondisi fundamental perusahaan dan juga emiten masih baik,” kata Inarno di main hall BEI, Rabu (19/3). OJK berwenang mengambil langkah-langkah penetapan kebijakan penanganan, volatilitas, stimulus, atau relaksasi bagi perusahaan terbuka untuk memitigasi dan mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara signifikan.
Kebijakan buyback saham tanpa RUPS sudah disampaikan kepada direksi perusahaan terbuka melalui surat resmi OJK tertanggal 18 Maret 2025. ”Berkenaan dengan kondisi tersebut, OJK menetapkan status kondisi lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf g POJK Nomor 13 Tahun 2023 (POJK 13/2023) sebagai kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan,” ujarnya. Pelaksanaan buyback tanpa RUPS berlaku sampai enam bulan setelah surat dikeluarkan OJK per 18 Maret 2025.
Inarno berharap kebijakan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan investor di pasar, mengurangi tekanan, serta memberikan sinyal yang positif bahwa perusahaan memiliki fundamental baik. Keputusan itu juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan dengan para pemangku kepentingan di pasar modal pada 3 Maret 2025. Sesuai Pasal 7 POJK 13/2023, dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan, perusahaan terbuka dapat melakukan pembelian kembali saham tanpa memperoleh persetujuan RUPS.
Menurut Inarno, opsi kebijakan buyback saham tanpa RUPS dapat memberikan fleksibilitas bagi emiten untuk menstabilkan harga saham dalam kondisi volatilitas tinggi. ”Kami memahami bahwa kondisi pasar saat ini penuh tantangan. Namun, kami yakin bahwa dengan kerja sama yang erat antara regulator, pelaku pasar, dan seluruh pemangku kepentingan, kita dapat melewati fase ini dengan baik. Kami sebagai regulator juga akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala,” tegasnya.
Tren perdagangan saham tampak tak bergairah pada awal masa jabatan Presiden Prabowo Subianto. Terutama sejak Prabowo dilantik pada Minggu, 20 Oktober 2024. Dilihat dari catatan histori pergerakannya, IHSG sempat ditutup tinggi di level 7.788 tepat pada hari kedua Prabowo menjabat, yakni pada Selasa, 22 Oktober 2024. Kemudian, turun ke level 7.694 pada Jumat, 25 Oktober 2024.
Bukannya naik, sentimen pasar cenderung makin suram. Sebulan menjabat sebagai presiden, terhitung 20 Oktober–20 November 2024, IHSG longsor lebih dalam hingga ditutup di level 7.180. Masuk bulan kedua Prabowo menjabat, IHSG tampak merangkak naik dengan berat.
Dalam catatan Yahoo Finance, pergerakan IHSG tetap saja belum bisa pulih. Paling tinggi pergerakannya ditutup hanya sampai pada level 7.464. Bahkan ditutup anjlok hingga 6.983 tepat pada perdagangan Jumat, 20 Desember 2024. Begitu pula memasuki bulan ketiga, paling tinggi pergerakan IHSG ditutup pada level 7.170 pada Senin, 20 Januari 2025.
Penurunan kembali terjadi pada masa jabatan Prabowo masuk empat bulan. Tak lagi bisa mempertahankan level 7.000, indeks komposit justru ambrol ke level 6.788 pada Kamis, 20 Februari 2025. Masuk bulan kelima, IHSG berada di titik nadirnya. Tepat pada Selasa (18/3) siang, pergerakan IHSG ambruk mencapai minus 6,12 persen. Kondisi itu memaksa BEI memutuskan untuk menghentikan perdagangan sementara atau trading halt.
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menyatakan, sejak akhir tahun lalu bursa saham memang menghadapi koreksi yang cukup besar. Sebab, saham memang sangat dekat kaitannya dengan sentimen ekonomi global yang memengaruhi kondisi dalam negeri. Termasuk dampak berbagai kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
”Kalau kita lihat di saham memang (secara) year-to-date masih mengalami outflow Rp22 triliun. Tapi, untuk SBN dan SRBI mengalami inflow sekitar Rp25 triliun,” beber Destry seusai rapat dewan gubernur BI di Gedung Thamrin.
Terpisah, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu menyebut, tekanan di pasar saham meru-pakan hal yang biasa terjadi. ’’Nggak ada masalah, yang namanya market kan kondisionalnya banyak. Kita bicara pasar saham itu kan kondisionalnya bisa (dari) dalam, global. Secara internal negara kita maupun kondisional global,’’ ujarnya di Jakarta, Selasa (18/3).
Kehadiran Danantara juga disebutnya menjadi salah satu faktor yang dapat merealisasikan cita-cita investasi tersebut. ’’Kita punya Danantara. Kita mau melakukan berbagai macam percepatan terhadap investasi itu sendiri karena kita sadar betul bahwa resources kita punya. Kita punya juga potensial market yang besar ya kan dan secara positioning kita juga secara global itu sangat strategis,’’ katanya.
Menurut dia, respons paling penting untuk menjaga pasar adalah konsistensi dalam pelaksanaan program yang sudah dicanangkan dan direncanakan oleh pemerintah.
Todotua menyebut, mekanisme pasar tetap berjalan berdasarkan kepercayaan dan fluktuasi.
Terkait derasnya arus modal asing yang keluar dari pasar modal RI, dia melihat hal tersebut dikembalikan kepada kontrol pasar.
’’Diferensiasinya banyak ya, tapi itu tadi balik lagi bagaimana kita konsisten aja menjalankan,’’ katanya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG