Buka konten ini

Cuaca ekstrem di Bintan dan Tanjungpinang mengakibatkan atap warung terbang dan sebuah pohon tumbang ke tengah jalan, Rabu (19/3) pagi.
Di Bintan, hujan deras disertai angin kencang menerjang Kampung Rambutan, Desa Sebong Pareh, Kecamatan Teluk Sebong.
Akibatnya, atap warung di RT 01/ RW 01 diterbangkan oleh angin kencang.
Kepala Desa (Kades) Sebong Pereh, Bahari, yang juga pemilik warung mengungkapkan bahwa kejadian itu terjadi ketika dirinya berteduh di dalam warung mengerjakan bubu kelong.
Warung itu masih dalam proses pembuatan dan belum selesai. Pekerjaan yang sudah selesai hanya dinding bagian belakang dan atap.
Rencananya, Bahari akan membuka warung kopi tersebut setelah Lebaran.
Lebih lanjut Bahari mengatakan saat sedang mengerjakan bubu, tiba-tiba angin kencang menerjang atap warungnya dan mengangkatnya.
Bahari tidak sempat berlari untuk mencari tempat berlindung. Meskipun istrinya berteriak meminta Bahari meninggalkan warung, namun Bahari tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Bahari memilih berdiri dan tertegun diam karena terkejut menyaksikan langsung atap warungnya terangkat oleh angin.
”Habes atap aku diangkatnya,” ujar Bahari saat dihubungi, Rabu (19/3/2025) siang.
Setelah kejadian itu, Bahari melihat atap warungnya yang terangkat oleh angin terpental ke pinggir jalan.
Selain atap warungnya, 7 keping atap di bagian teras dan 2 keping atap di rumah induk rusak.
Kepala Pelaksana BPBD Bintan, Ramlah, melalui Sekretaris Agus Ariyadi mengatakan, saat kejadian wilayah Bintan secara merata sedang dilanda hujan deras disertai angin kencang.
”Penyebabnya cuaca ekstrem angin kencang,” ujar pria yang disapa Adi.
Dia mengungkapkan bahwa saat itu angin kencang menyebabkan warung atau gudang warga mengalami kerusakan pada bagian atap depan dan rumah bagian atap belakang warga juga mengalami kerusakan.
Kejadian tersebut telah ditangani. Petugas dari BPBD Bintan telah turun ke lokasi kejadian untuk melakukan penilaian kerusakan dan kerugian yang diakibatkan angin kencang.
Sementara itu, cuaca ekstrem juga melanda Kota Tanjungpinang. Hujan deras menyebabkan phon yang berada di pinggir Jalan DI Panjaitan, Kota Tanjungpinang, Kepri, tumbang saat dilanda hujan deras sejak pagi Rabu (19/3). Keberadaan pohon tumbang tersebut membuat arus lalu lintas di di jalan tersebut terganggu.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjungpinang, Muhammad Yamin, mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.15 WIB. Pihaknya yang mendapatkan laporan, langsung mendatangi lokasi pohon tumbang tersebut.
Pohon yang menutup jalur Jalan DI Panjaitan menuju Jalan Adi Sucipto Tanjungpinang tersebut langsung dievakuasi. Arus lalu lintas pun terpaksa dialihkan melalui jalan pertokoan, dekat lokasi kejadian.
”Kita langsung melakukan evakuasi dan kendaraan kita alihkan melewati halaman pertokoan,” kata Yamin.
Yamin menuturkan, bahwa pohon tumbang tersebut disebabkan kondisi cuaca. Dimana, ibu kota Provinsi Kepri sudah diterpa hujan lebat sejak pagi. Kondisi tersebutlah yang membuat pohon tua itu tumbang.
Ia memastikan, bahwa pohon itu tumbang tidak menimpa pengendara. Sebab, saat kejadian arus lalu lintas di jalan tersebut dalam kondisi sepi.
”Untung tidak menimpa toko disini. Tidak ada korban, karena kondisi jalan sepi,” pungkasnya. (***)
Reporter : Slamet Nofasusanto / Mohamad Ismail
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI