Buka konten ini
WALI Kota Batam, Amsakar Achmad, mengambil langkah tegas dalam menangani permasalahan sampah di kota ini. Ia menggelar sayembara berhadiah total Rp5 juta bagi tiga warga yang berhasil menangkap dan mendokumentasikan pelaku pembuang sampah sembarangan. Foto dan video dapat dikirim ke kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.
“Saya ingin kita menangani masalah ini dengan serius. Warga yang menangkap pelaku, mendokumentasikannya, dan melaporkannya akan mendapat apresiasi berupa hadiah,” kata Amsakar.
Langkah ini diambil sebagai respons atas masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan. Pemko Batam juga menegaskan bahwa pelanggar akan ditindak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Batam Nomor 11 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah.
Amsakar menegaskan, persoalan sampah harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah maupun masyarakat. Saat meninjau pembersihan tempat pembuangan sampah liar di Batam Kota, Sabtu (15/3), ia menyebutkan, kebersihan Batam turut mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo.
“Masyarakat dan kita semua tentu ingin kota yang kita cintai ini bebas dari persoalan sampah,” ujar Amsakar.
Ia juga meminta masyarakat dan Satpol PP untuk lebih aktif mengawasi titik-titik rawan pembuangan sampah ilegal. “Mari kita bahu membahu wujudkan Batam yang semakin bersih,” ucapnya.
Selain pengawasan ketat, Pemko Batam menambah sarana dan prasarana kebersihan guna mengatasi masalah sampah. Saat ini, produksi sampah di Batam mencapai 800 hingga 1.300 ton per hari, sementara akumulasi sampah di TPA Telaga Punggur telah mencapai 7,5 juta ton. Jika tidak ditangani dengan serius, dalam 2,5 hingga 3 tahun ke depan, kondisi ini bisa semakin parah.
Sebagai upaya penanganan, Pemkot Batam telah menambah satu unit bulldozer dan 14 unit arm roll. Ke depan, pemerintah berencana menambah satu lagi bulldozer, dua unit mobil penyapu jalan, serta 24 bin kontainer guna mendukung pengelolaan sampah yang lebih optimal.
“Saya berharap dengan adanya penambahan sarana dan prasarana ini, pelayanan kebersihan dan sistem pengelolaan sampah dapat menjadi lebih baik,” ujar Amsakar.
Sebagai langkah konkret, Amsakar menginstruksikan pembentukan Tim Satgas Kebersihan dalam pekan ini. Tim ini akan bekerja dengan sistem yang lebih terorganisir, termasuk pembagian personel, jadwal kerja, serta penentuan wilayah prioritas pembersihan.
“Untuk tahap awal, kita akan fokus di Kecamatan Batam Kota. Setiap minggu, kita akan melakukan patroli kebersihan ke kecamatan-kecamatan lain,” tuturnya.
Amsakar juga meminta agar standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan sampah segera disusun, termasuk mekanisme kerja harian. Armada kebersihan akan dikerahkan dengan fokus pada tiga titik utama yang membutuhkan perhatian khusus.
“Jangan bekerja setengah hati. Bekerjalah dengan serius, luruskan hati, mudahkan urusan orang. Tanamkan empat hal ini dalam diri kita,” ungkap Amsakar.
Dalam apel tersebut, Wali Kota Batam didampingi oleh sejumlah pejabat, antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesra Yusfa Hendri, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Firmansyah, Asisten Administrasi Umum Heriman HK, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Herman Rozie, Kepala Satpol PP Imam Tohari, serta Camat Batam Kota Firman Hidayat.
PKK Batam Diminta Kelola Bank Sampah
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, meminta Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk berperan aktif dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi melalui bank sampah. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan masyarakat Batam setiap hari.
”Dengan sosialisasi rutin dari pengurus PKK di tingkat kecamatan, masyarakat bisa lebih sadar dalam mengelola sampah dengan baik. Ini akan berdampak pada pengurangan volume sampah yang saat ini mencapai 800 hingga 1.300 ton per hari,” ujar Amsakar saat melantik jajaran pengurus PKK, Jumat (14/3).
Selain mendorong PKK untuk menjadi pelopor dalam pengelolaan sampah, Amsakar juga meminta agar program ini disinergikan dengan konsep Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).
”PKK bisa berkontribusi dengan menjalankan 10 program pokoknya sekaligus menyinergikannya dengan Asta Cita Presiden, salah satunya MBG. Silakan dinas teknis mencari formula terbaik agar MBG bisa terintegrasi dengan B2SA,” tuturnya.
Amsakar optimistis, dengan peran aktif PKK, produksi sampah di Batam dapat diminimalisir secara bertahap melalui edukasi dan penerapan sistem bank sampah di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Ketua TP PKK Batam, Erlita Sari, menegaskan bahwa PKK bukan sekadar organisasi sosial, tetapi juga mitra strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, peran kader di semua tingkatan sangat penting dalam menjalankan program-program yang telah ditetapkan.
”PKK adalah perpanjangan tangan pemerintah dalam menyukseskan program pemerintahan dan pembangunan. Kita membutuhkan keterlibatan aktif semua kader, mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan,” katanya.
Ia pun mengajak, seluruh kader untuk bekerja dengan penuh keikhlasan dan menjaga kekompakan agar program-program yang dijalankan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Di sisi lain, sinergitas antara program PKK dan kebijakan pemerintah daerah juga perlu diperkuat. Dengan kolaborasi yang baik, program seperti MBG dan pengelolaan sampah dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata.
”Kita harus memastikan bahwa setiap program yang dijalankan benar-benar menyentuh masyarakat dan memberikan manfaat bagi mereka,” ungkap Erlita. (***)
Reporter : ARI AKBAR – ARJUNA
Editor : FISKA JUANDA