Buka konten ini
BIRMINGHAM (BP) – Unai Emery dan Niko Kovac membawa klub asuhan masing-masing, Aston Villa dan Borussia Dortmund, meramaikan persaingan delapan kontestan Liga Champions musim ini. Aston Villa dan BVB –sebutan Borussia Dortmund – bergabung dengan klub raksasa seperti Real Madrid, FC Barcelona, Bayern Munchen, Inter Milan, Paris Saint-Germain, dan Arsenal.
Berdasar undian fase knockout pada 21 Februari lalu, Aston Villa ditunggu PSG, sedangkan BVB ditantang Barca. Slot lainnya mempertemukan Arsenal kontra Real dan Bayern kontra Inter. Bagi Emery dan Kovac, laga perempat final bulan depan menghadirkan emosi.
Emery misalnya. Dia beradu taktik lagi dengan Luis Enrique setelah sewindu silam. Dalam 16 besar Liga Champions 2016—2017, Emery yang menangani PSG menghadapi Lucho –sapaan akrab Luis Enrique– sebagai entrenador Barca.
PSG mampu mengalahkan Barca 4-0 di Paris. Tapi, ketika di Catalan, ganti PSG yang dihancurkan 1-6. “(Beradu taktik dengan Emery) seperti menonton film horor, bukan film drama,” begitu yang diucapkan Lucho tentang sulitnya adu taktik dengan Emery.
Bukan hanya beradu taktik lagi dengan Lucho, Emery antusias melawan klub yang pernah dia tangani. “Kami sangat antusias, kami sangat termotivasi,” ucap Emery yang memenangi tujuh gelar selama dua musim (2016–2018) di PSG.
Dia pun tidak sabar merasakan atmosfer Parc des Princes, markas PSG, lagi. “Aku tidak pernah ke sana lagi sejak aku meninggalkannya. Aku tidak pernah ke Paris setelah itu. Kini, aku datang ke Paris untuk melawan mereka. Akan jadi momen fantastis,” lanjutnya.
Seperti halnya Emery versus Lucho, Kovac bakal beradu dengan Hansi Flick, entrenador Barca yang pernah jadi asistennya di Bayern pada musim 2019–2020. Ketika Kovac dipecat pada 2 November 2019, Hansi yang menggantikannya. Bersama Hansi, Ba-yern mampu memenangi Si Kuping Besar –sebutan trofi juara Liga Champions.
“Ini akan jadi pertemuan yang hebat karena kami pernah bekerja bersama. Dia pernah jadi asistenku dan sekarang dia menjadi lawanku. Aku sudah tidak sabar melihat taktik-taktik hebat darinya,” beber Kovac kepada BILD.
Asensio Boleh Main Lawan PSG
Gelandang serang Aston Villa Marco Asensio selalu menjadi pencetak gol Aston Villa dalam dua pertemuan kontra Club Brugge di 16 besar Liga Champions. Total, Asensio mencetak tiga gol. Peran penting Asensio itu pun kembali diharapkan Aston Villa dalam perempat final.
Terlebih, pemain berkebangsaan Spanyol itu menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) yang notabene klub induknya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO