Buka konten ini
TANJUNGPINANG (BP) – Balai Guru Penggerak (BGP) Kepri bakal bersinergi bersama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) prajabatan.
Rencana itu muncul usai Pelaksana Tugas (Plt) BGP Kepri, Hos Arie Rhamadhan Sibarani, bersama Mustamid, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengunjungi FKIP UMRAH, Rabu (5/3).
Pada pertemuan tersebut, BGP Kepri dan FKIP UMRAH membahas perihal keluhan para alumni PBG Prajabatan di Kepri tentang minimnya formasi saat seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Terlebih sejak 2023, para lulusan PPG Prajabatan di Kepri belum terserap sebagai guru.
”Ini kami tidak bisa bekerja sendiri. Saya rasa nanti kita perlu membahasnya secara intensif dan mendalam. Kita ajak juga dinas nanti,” kata Plt BGP Kepri, Hos Arie.
Ia mengaku telah mendengar keluhan itu beberapa waktu lalu melalui salah seorang alumni PPG. Menurutnya, hal itu telah menjadi perhatian BGP Kepri untuk mengoptimalkan potensi guru yang ada.
Kunjungan itu pun mendapat sambutan hangat dari FKIP UMRAH selaku Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang menyelenggarakan PPG.
Sementara itu, Dekan FKIP UMRAH, Ahada Wahyusari, mengaku telah berencana membangun kemitraan dengan BGP Kepri sejak lama. ”Kami sangat senang dapat bermitra dengan BGP Kepri. Tidak hanya soal PPG tapi juga pemberdayaan SDM dan lainnya,” pungkasnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAI
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI