Buka konten ini
Manchester United sudah kehilangan peluang juara ajang domestik musim ini. Selain kandas di Piala Liga dan Piala FA, United terbenam di peringkat ke-14 Premier League hingga matchweek ke-27. Alhasil, hanya Liga Europa yang bisa menyelamatkan muka The Red Devils, julukan United, di akhir musim ini.
United masih bertahan di babak 16 besar dan ditantang Real Sociedad dengan first leg dimainkan di Reale Arena, San Sebastian, dini hari nanti (siaran langsung beIN Sports 1/beIN Sports Connect/Vidio pukul 00.45 WIB).
Kepada Manchester Evening News, tactician United Ruben Amorim memahami ekspektasi juara dalam Liga Europa. “Orang memandang Liga Europa sebagai ajang yang bisa untuk kami menangi. Juga jalan kami bermain di Liga Champions pada musim depan,” kata pelatih berkebangsaan Portugal itu.
Hanya juara Liga Europa yang berhak mendapatkan tiket lolos otomatis ke Liga Champions di saat capaian liga domestik tidak mendukung untuk itu. Bahkan, untuk sekadar mencapai tiket ke Liga Konferensi Europa alias finis peringkat ketujuh di Premier League, United sangat sulit. Gap dengan Newcastle United yang saat ini menempati posisi tersebut adalah 11 poin (33-44).
Situasi Amorim saat ini mengingatkan musim pertama pelatih kompatriotnya, Jose Mourinho. Pada musim 2016–2017, Mou gagal membawa United finis zona Eropa di Premier League seiring menempati posisi keenam. Tapi The Special One –julukan Mourinho – mampu membawa United memenangi Liga Europa dan meraih tiket otomatis lolos ke Liga Champions pada musim berikutnya. Bedanya, saat itu United pun mampu memenangi Piala Liga.
“Ini menjadi tanggung jawab kami untuk memperebutkan setiap peluang trofi musim ini,” tegas Amorim seperti dilansir Sky Sports.
Yang jadi masalah, klub Spanyol punya rekam jejak menyulitkan United di ajang Eropa. Sedekade terakhir, ada empat wakil LALIGA yang menghentikan laju The Red Devils. Sevilla FC yang terbanyak dengan tiga kali. Mulai 16 besar Liga Champions 2017–2018, semifinal Liga Europa 2019–2020, dan perempat final Liga Europa 2022–2023.
Ada pula Atletico Madrid, Villarreal CF, dan FC Barcelona yang masing-masing sekali mengganjal United. Atletico di 16 besar Liga Champions 2021–2022. Lalu, Villarreal CF di final Liga Europa 2021, dan Barca dalam perempat final Liga Champions 2018–2019.
Real Socidedad pun konfiden bisa menambah daftar itu. “Di Anoeta (Reale Arena, red), kami bisa mengalahkan klub mana pun di Eropa musim ini,” koar entrenador Real Sociedad Imanol Aguacil kepada Mundo Deportivo.
Berharap kepada Garna
Alejandro Garnacho jadi sorotan dalam beberapa pertandingan terakhir. Dari tiga laga terakhir Manchester United, hanya sekali dia dimainkan lebih dari 45 menit. Itu termasuk insiden dirinya ngeloyor ke ruang ganti saat melawan Ipswich Town (27/2). Di sisa akhir musim ini, namanya dikaitkan dengan pintu keluar dari United.
Duel Liga Europa melawan Real Sociedad dini hari nanti (7/3) jadi momen bagi Garnacho memperjuangkan masa depan di United. Terlebih, Garna, panggilan akrab Garnacho, memiliki cerita manis di kandang La Real–sebutan Real Sociedad.
Gol pertama Garna bagi United, terjadi di Anoeta (nama lama Reale Arena), kandang La Real. Tepatnya dalam matchday kelima fase grup Liga Europa musim 2022—2023. Saat itu Garna sukses mengantarkan United memenangi pertandingan dengan skor 1-0.
Musim ini,pemain 20 tahunberkebangsaan Argentina tersebut bisa mencatatkan delapan gol dan enam umpan gol dari 41 kali penampilan. Dari jumlah itu, satu gol plus satu umpan gol dia ciptakan di Liga Europa. “Aku pikir laga di sana (kandang La Real, red) bisa menjadi titik balik untuknya (Garna),” kata pandit sekaligus mantan bek tengah United Rio Ferdinand kepada Daily Mail.
Setidaknya, Garna bisa membuktikan kepada tactician United Ruben Amorim bahwa dia bisa diandalkan. Apalagi, Amorim masih kehilangan pemain andalan di lini serang seperti Amad Diallo. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO