Buka konten ini

Penyanyi Khoirunnisa atau biasa dipanggil Nissa Sabyan tak kuasa membendung air matanya saat berada di atas panggung. Video yang memperlihatkan Nissa Sabyan sedang menangis saat nyanyi di atas panggung viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat Nissa Sabyan menyanyikan lagu Ya Maulana. Namun, tiba-tiba saja dia menghentikan menyanyinya dan kemudian menangis.
Nissa Sabyan terlihat memalingkan wajahnya dari arah penonton. Dia juga sempat terduduk sejenak sebelum akhirnya kembali bernyanyi. Perempuan berhijab itu diduga menangis lantaran diteriaki pelakor oleh penonton.
Dalam video unggahan akun Instagram Lambe Turah, terlihat jelas penonton memegangi handphone pribadinya tinggi dengan tulisan pada layar ’pelakor.’
Netizen biasanya memberikan simpati ke orang-orang yang sedang dizalimi. Namun untuk Nissa Sabyan, netizen justru memberikan komentar negatif.
”Lagu rohani, kelakuan rohalus. Astgafirullah puasa,” komentar salah satu netizen.
”Lah masih nangis terus aja.. 1 2x oke lah mungkin nangisnya karena sedih mau cari simpati atau terlalu menghayati. Tapi nangis setiap kali manggung? Akting neng?,” timpal yang lainnya.
”Terima resiko, julukan itu melekat seumur hidup karena kelakuan sendiri. Btw, sambo apa kabar ya?”
Ada juga netizen berusaha memberikan simpati kasihan ke Nissa Sabyan kerap menjadi korban bully netizen tak kunjung berkesudahan. Ada juga yang berusaha memberikan tafsir positif atas menangisnya Nissa Sabyan di atas panggung. ”Sedih ya jadi dia. Dia suka sama suami orang, padahal lakinya juga suka sama dia. Tapi yang kena hujat si Nissa nya, lakinya jarang banget ada yg ngehujat. Memang benar kata si mbahku ’kita tidak bisa memilih kepada siapa kita jatuh cinta. Mungkin dia terharu karena selama ini dia di-bully kan karena ngerebut suami orang. Eh, tahunya pas dia manggung lagi masih banyak orang yang mau ikut nyayi bareng. Maksudnya tuh kayak ’ya Allah ternyata aku masih bisa diterima sama masyarakat’ gitu. Ya meskipun status itu juga bakal diingat sama semua orang,” timpal yang lainnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Edito : UMY KALSUM