Buka konten ini
JAKARTA (BP) – PP PBSI tak mau ambil risiko terkait kondisi Anthony Sinisuka Ginting. Pebulu tangkis tunggal putra itu akhirnya mundur dari ajang All England Super 1000 yang berlangsung pada 11-16 Maret di Utilita Arena, Birmingham.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PBSI Eng Hian menjelaskan, sebetulnya Ginting sudah pulih dari cedera lengan yang dideritanya. Hanya saja, pihaknya tak ingin cepat menurunkan Ginting di suatu turnamen. “Kondisinya harus dipersiapkan lebih baik lagi untuk mengikuti sebuah turnamen besar,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (4/3).
Koh Didi -sapaan akrab Eng Hian- menyebutkan bahwa kondisi Ginting belum siap 100 persen. “Jadi kami lebih memilih untuk melakukan tindakan preventif dengan menyiapkan kondisi Ginting dengan lebih maksimal, untuk bisa mengikuti turnamen ke depan,” ucap eks pelatih ganda putri itu.
Diperkirakan, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu baru kembali turun berlaga pada ajang Badminton Asia Championships (BAC) 2025 yang berlangsung pada 8-13 April mendatang. Pihaknya tak ingin cedera Ginting kambuh lagi saat di All England jika dipaksakan main. Sebab, sebelumnya kondisi yang sama pernah terjadi. Tepatnya di Malaysia Open pada awal tahun.
Pada ajang yang berlangsung di Axiata Arena Kuala lumpur, Ginting harus menyerah dari atlet Thailand Kunlavut Vitidsarn dengan skor yang cukup telak (7-21, 10-21) pada 9 Januari.
Hasil buruk itu tak kepas dari cedera yang belum pulih 100 persen. Sebab, sebelumnya Ginting juga sudah lama absen setelah bermain di Denmark Open. Tepatnya usai takluk dari wakil Jepang Kenta Nishimoto di babak 32 besar dengan rubber game (12-21, 21-15, 20-22).
Wakil Ketua I PP PBSI Taufik Hidayat juga tak ingin atlet memaksakan tampil dengan kondisi yang belum siap 100 persen. Karena itu, dia ingin atlet jujur terkait kondisi. Meskipun, atlet yang berada di top level wajib mengikuti turnamen berlevel super 1000.
“Kalau memang sakit ya nggak usah tanding kan harusnya. Kalau memang mesti bayar (denda) ya bayar,” kata peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu. Taufik menyebutkan, All England memang memiliki gengsi yang lebih dari turnamen lain. Sebab, turnamen ini menjadi yang tertua di badminton. Kendati demikian, Ginting tetap melahan materi latihan yang diberikan. Seperti gym, fisik, dan juga latihan teknik di lapangan.
“Jadi memang dari segi fisiknya, segi apanya segala macem tetep dilatih juga sih. Jadi ya berjaga-jagalah kalau memang udah siap banget ya udah tinggal lanjutin latihan si tangannya gitu sih,” ucapnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO