Buka konten ini
NELAYAN di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, mengeluhkan dampak tumpahan minyak hitam yang mengotori kapal mereka dan menyebabkan hasil tangkapan menurun.
Ricky, seorang nelayan yang ditemui di Pelabuhan Dakomas, Desa Malang Rapat, mengungkapkan bahwa tumpahan minyak hitam telah terjadi tiga hari lalu. Namun, hingga saat ini, sisa-sisa minyak masih terlihat di sepanjang pesisir pantai. “Tiga hari lalu penuh minyak hitam,” ujarnya.
Nelayan lainnya, Amris, mengaku khawatir untuk turun melaut karena sisa-sisa minyak masih terlihat di permukaan air. Ia juga merasa kesal karena kapalnya kembali kotor setelah terkena tumpahan minyak.
”Perahu sudah saya bersihkan dan mau ditarik ke darat untuk dicat, tetapi malah kotor lagi terkena minyak hitam,” katanya.
Akibatnya, ia terpaksa membersihkan kembali kapalnya. Selain itu, ia juga merasakan dampak langsung terhadap mata pencahariannya, karena hasil tangkapannya berkurang akibat pencemaran ini.
Terkait kejadian tersebut, ia berharap pemerintah segera menangani tumpahan minyak hitam agar nelayan dapat kembali mencari ikan dengan aman. (***)
Reporter : Slamet Nofasusanto
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI