Buka konten ini

Ikan Tamban adalah salah satu jenis ikan yang cukup populer di Kepulauan Riau. Ikan yang hidup bergerombol ini, sangat cocok diolah menjadi berbagai macam olahan kuliner Nusantara.
MEMULAI usaha sejak akhir 2020, Dewi Ayu Andamary, atau orang biasa memanggil Bu Bana, karena lebih familiar dari nama brand usaha miliknya. Dewi menceritakan perjalanannya dalam memulai usaha, yaitu berawal dari menemani anaknya mencari bahan untuk lomba desain, dengan tema ekonomi kreatif masyarakat setempat.
”Dari situ saya tahu, ternyata pulau-pulau kecil sekitar Batam, banyak terdapat ikan Tamban, yang kaya akan protein dan kalsium,” ujar Dewi.
Akhirnya mulai terpikirkan oleh Dewi, untuk mengolah ikan Tamban menjadi makanan sehari-hari, yang bagus untuk perkembangan otak dan menguatkan tulang.
Alasan lainnya adalah karena masih sedikit kuliner oleh-oleh khas Batam yang ikonik, dan belum ada di daerah lain. Selain itu, kuliner tersebut bisa dijadikan makanan siap makan yang praktis, yang bisa dibawa untuk bekal traveling.
”Saya juga mau bantu meningkatkan ekonomi para nelayan, yang selama ini hanya dijual ke pasar tradisional, sekarang bisa naik kelas ke pasar oleh-oleh,” terangnya.
Awalnya, Dewi menamai usahanya dengan sebutan Bana Design, yang sebelumnya bergerak dibidang usaha craft dan batik. Namun, seiring berjalannya waktu, mulai merambah ke bidang kuliner, dengan produknya bernama Tamban Menari, sehingga nama usaha pun berubah menjadi Bana Design Culinary.
Saat ini produk yang dijual terdapat 3 varian, yakni Tamban Original, Tamban Sambalado, dan Tamban Sambal Ijo. Dengan harga jual semua varian berkisar antara 30-37 ribu/pack. Dan yang paling best seller adalah varian Tamban Sambalado, yaitu ikan Tamban crispy yang dipadu dengan cabai merah.
”Biasanya customer order pakai sistem PO, dan orderan sering kali ramai saat weekend, musim liburan, lebaran, dan nataru,” sebut Dewi.
Dewi memproduksi orderan dari rumah, yang beralamat di Masyeba Indah, Blok U No.1 Batuaji, dibantu dengan tiga orang karyawan.
Walaupun belum memiliki outlet, usahanya sudah banyak bekerja sama dengan toko oleh-oleh, seperti Kek Villa, Wiweka, Batamia, Amanda Brownies, Annisaulia, Toteles Bakehouse, Mama Factory, Curry Up, D’Paris, Melawa, dan di Dekranasda. Serta ada di supermarket, seperti Hypermart, Indogrosir, Boy supermarket, dan Harbour Mart. Hingga di mall, seperti Nagoya Hill, Mega Mall, One Batam Mall, DC Mall, dan Harbour Mall.
”Saya juga bekerja sama dengan tour dan travel yang ada di Batam,” bebernya.
Selain itu, Dewi juga aktif mempromosikan usahanya di beberapa sosial media, seperti Instagram, Facebook, Tiktok, dengan nama Bana Design Culinary. Dewi mengatakan, biasanya ia memproduksi seminggu sekali, atau berdasarkan PO, dan paling banyak mendapat sekitar 300-500 pack dalam sekali order.
”Alhamdulillah saya selalu menyisihkan uang seribu rupiah/bungkus produk yang terjual, untuk membantu pendidikan anak-anak nelayan yang kurang mampu di pulau-pulau,” ungkap Dewi.
Dewi berharap, usahanya ini semakin maju dan berkembang, sehingga bisa membantu orang lebih banyak lagi. (***)
Reporter : TIA CAHYA NURANI
Editor : MUHAMMAD NUR