Menjelang perayaan imlek, sejumlah warga Tionghoa mulai berburu pernak-pernik Imlek di salah satu pusat perbelanjaan, Minggu (19/1). F. Cecep Mulyana/Batam Pos
GELOMBANG kritik terhadap anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Endipat Wijaya, belum juga mereda. Bahkan, sorotan publik kini melebar hingga ke istrinya, Martina Soelistio.
Martina mendadak mengunci akun Instagram pribadinya, @martinasoelistio, setelah Endipat menuai kecaman akibat komentarnya soal donasi bencana Aceh–Sumatra yang digalang para relawan. Keputusan memprivat akun ini dilakukan tak lama setelah unggahan dan pernyataan sang suami menjadi bahan perbincangan luas.
Pemicu polemik adalah pernyataan Endipat dalam rapat Komisi I DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Senin (8/12). Dalam forum tersebut ia menyinggung aksi penggalangan donasi untuk korban bencana Aceh dan Sumatra, yang menurutnya memunculkan persepsi keliru soal kinerja pemerintah.
Endipat bahkan menyebut beberapa relawan dengan istilah “si paling kerja”, “si paling Aceh”, hingga “sok-sok”, pernyataan yang kemudian viral dan memicu kemarahan publik.
“Ada yang cuma datang sekali seolah-olah paling bekerja, padahal negara sudah hadir sejak awal. Ada yang baru datang bikin satu posko, ngomong pemerintah enggak ada. Padahal pemerintah sudah bikin...
BATAM (BP) – Sebanyak 800 kontainer berisi limbah elektronik dari Amerika Serikat menumpuk di Terminal Peti Kemas Batuampar. Kondisi ini membuat pelayanan bongkar muat terganggu akibat keterbatasan ruang di lapangan penumpukan.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai (BC) Batam, Evi Octavia, mengatakan seluruh kontainer tersebut ditahan dan disegel. Penahanan dilakukan karena belum adanya izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Semuanya belum mengantongi izin dari KLHK. Karena itu, kami tahan di pelabuhan dan tidak bisa masuk ke Batam,” ujarnya, Rabu (10/12).
Evi menjelaskan, kiriman kontainer berisi limbah...
TANJUNGPINANG (BP) – Kasus perundungan atau bullying masih marak terjadi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Sepanjang 2025, tercatat 88 kasus perundungan di tujuh kabupaten/kota.
Tanjungpinang menjadi wilayah dengan laporan tertinggi sebanyak 11 kasus. Disusul Bintan sembilan kasus, dan Anambas delapan kasus.
“Sementara Natuna ada enam kasus, Lingga dan Batam masing-masing empat kasus, dan Karimun dua kasus. Paling banyak di Tanjungpinang,” ujar Sekretaris DP3AP2KB Kepri, Eva Rabianti, Rabu (10/12).
Selain perundungan, Kepri juga mencatat 479 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada tahun yang sama. Tanjungpinang kembali menjadi daerah dengan jumlah tertinggi...
Gelap, air yang terus naik, dan suara minta tolong yang hilang ditelan arus, jadi malam paling panjang bagi warga Aceh Tamiang pada 26 November 2025 lalu. Dalam hitungan jam, kampung yang selama ini aman berubah menjadi lautan kecokelatan. Di tengah badai dan putusnya semua akses komunikasi, warga hanya punya...
Masa bakti Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk periode 2024-2029 telah dimulai sejak Agustus tahun lalu. Ada 45 legislator dari 10 partai politik (Parpol) terpilih yang mengisi kursi di panggung legislatif tersebut. Satu di antaranya ada nama Aman, politisi hijau dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
MESKIPUN...