Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Wuling memberikan jaminan hidup sepanjang waktu (lifetime warranty) untuk baterai mobil listrik. Ingat, jaminan itu ada beberapa syarat yang wajib diketahui konsumen electric vehicle (EV) tidak salah paham kala membeli Wuling EV, salah satunya tidak dipakai untuk taksi online.
Product Communication Manager Wuling Motors Danang Wiratmoko mengatakan, Wuling memberikan lifetime warranty dan standar warranty untuk baterai mobil EV. Untuk lifetime warranty battery Wuling EV ada beberapa ketentuan, agar umurnya tetap terpakai dengan maksimal.
Pertama, tidak membiasakan kondisi baterai mobil kosong dalam frekuensi yang sering. Mobil EV tidak dipakai untuk komersial, termasuk dalam pemakaian sebagai taksi online.
”Iya, salah satunya tidak dipakai untuk itu (taksi online, red),” ujar Danang Wiratmoko di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) pada Rabu (3/6) lalu.
Penjelasan itu dikemukakan Danang di sela-sela media drive Wuling Eksion. Ketentuan lainnya, mobil EV tidak berpindah tangan. Artinya ketika membeli Wuling EV, maka mobil tidak disarankan dijual ke orang lain. Jika mobil itu dijual, kata Danang, maka ketentuan lifetime warranty untuk baterai akan gugur.
Akan tetapi, konsumen kedua itu tetap mendapatkan jaminan standar delapan tahun. Artinya pembeli kedua akan mendapatkan sisa umur jaminan baterai dari delapan tahun sejak mobil EV itu keluar dari diler.
Langkah ini, kata Danang, untuk mencegah kekhawatiran konsumen terhadap umur baterai. Jika mobil itu dipakai secara wajar, yakni untuk kebutuhan pribadi dalam kurung jarak kilometer tertentu maka baterai mobil itu akan panjang.
Kalau mobilnya dijual, maka cara konsumen selanjutnya memperlakukan mobil listrik itu belum tentu sama. Sehingga, itulah sebabnya ketentuan untuk menjaga baterai mobil tetap stabil.
Dalam perawatan umur baterai mobil tetap awet, Danang menyarankan konsumen untuk menjaga cara pengisian daya. Minimal jangan membiarkan baterai mobil dalam kondisi kosong dalam frekuensi yang sering. ”Jangan kosongkan sepenuhnya. Itu berpotensi menurunkan baterai health lebih cepat,” sambungnya.
Alasan ketentuan jaminan umur baterai sepanjang waktu itu untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat yang ingin beralih dari mobil bensin ke mobil listrik. Apalagi saat ini ada trend lifestyle masyarakat mulai berpindah dari mobil bensin ke mobil listrik.
Perpindahan itu didukung dengan kebijakan dari pemerintah semenjak menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2023 yang merupakan perubahan dari Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).
Salah satu muatan poin dari Perpres Nomor 79 Tahun 2023 tentang percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), yakni tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 40 persen, 60 persen, dan 80 persen. Masing-masingnya memiliki ketentuan berbeda-beda. Brand Communication Senior Manager Wuling Motors Brian Gomgom menambahkan, Wuling hadir di Indonesia dengan produk yang sesuai karakter masyarakatnya. Ketika masyarakat memilih mobil bensin, Wuling memproduksi mobil bensin.
Begitu juga dengan pemerintah membuat kebijakan tentang percepatan penggunaan kendaraan listrik, Wuling hadir dengan produk EV dan kini ke PHEV. ”Semua jenis mobil itu diproduksi di Indonesia,” tandas Brian Gomgom. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI