Buka konten ini

KINSHASA (BP) – Otoritas kesehatan Republik Demokratik (RD) Kongo melaporkan lima pasien yang terinfeksi virus Ebola varian Bundibugyo telah dinyatakan sembuh di Kota Bunia, ibu kota Provinsi Ituri, wilayah timur laut negara tersebut.
Empat pasien yang dinyatakan pulih merupakan tenaga kesehatan. Mereka dipulangkan dari pusat perawatan Ebola di Bunia setelah dua kali berturut-turut memperoleh hasil tes negatif. Sementara satu pasien lainnya yang bekerja sebagai petugas laboratorium juga telah kembali ke rumah.
Kesembuhan para pasien itu disambut langsung oleh Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang berkunjung ke Bunia untuk meresmikan pusat perawatan Ebola yang baru.
“Kami masih terus mengembangkan vaksin dan pengobatan, tetapi itu tidak berarti orang tidak dapat sembuh dari Ebola,” ujar Tedros.
Menurut otoritas kesehatan setempat, keberhasilan penanganan pasien terjadi seiring peningkatan kapasitas pengujian laboratorium dan penanganan kasus di wilayah terdampak wabah.
Menteri Kesehatan RD Kongo, Roger Kamba, mengatakan tidak ada lagi sampel yang menunggu pemeriksaan laboratorium. Tim respons wabah juga terus melakukan pelacakan kontak, pemantauan, dan verifikasi kasus di lapangan.
Meski demikian, penyebaran Ebola masih menjadi perhatian serius. Kementerian Kesehatan RD Kongo mencatat hingga 29 Mei terdapat 263 kasus terkonfirmasi Ebola, termasuk 42 kematian.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC), Jean Kaseya, menyebutkan masih terdapat lebih dari 1.100 hasil tes yang menunggu proses verifikasi hingga 30 Mei.
Pemerintah RD Kongo bersama organisasi kesehatan internasional terus memperkuat upaya penanganan wabah guna menekan penyebaran penyakit dan meningkatkan angka kesembuhan pasien di wilayah terdampak. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY