Buka konten ini

BATAM (BP) – Hari libur Iduladha 1447 Hijriah tidak dimanfaatkan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra, untuk beristirahat. Bersama jajaran BP Batam dan Pemerintah Kota Batam, ia turun langsung meninjau sejumlah proyek peningkatan jalan dan drainase yang tengah dikerjakan di berbagai titik Kota Batam.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pekerjaan infrastruktur berjalan sesuai target, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen BP Batam dan Pemko Batam dalam mempercepat pembenahan infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan warga.
Sejumlah lokasi yang menjadi fokus peninjauan antara lain proyek perbaikan jalan di Underpass Pelita, peningkatan jalan dan drainase di kawasan Tanjung Piayu, pembangunan drainase dari kawasan Putera Batam hingga Graha Hermine, serta peningkatan Jalan Dotamana menuju SMA Negeri 3 Batam.
Di setiap lokasi, Li Claudia tidak hanya melihat progres pekerjaan secara umum, tetapi juga mengecek langsung kualitas pengerjaan, kondisi saluran drainase, serta efektivitas proyek dalam menjawab persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat, seperti jalan rusak dan genangan saat hujan deras.
Menurut Li Claudia, pembangunan jalan dan drainase merupakan kebutuhan mendasar yang memiliki dampak luas terhadap aktivitas masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi daerah. Infrastruktur yang baik dinilai mampu memperlancar mobilitas warga, distribusi barang dan jasa, sekaligus mendukung iklim investasi.
“Kami ingin memastikan pembangunan jalan dan drainase berjalan optimal dan selesai tepat waktu agar masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya,” ujar Li Claudia dalam keterangan tertulis, Kamis (29/5).
Ia menambahkan, keberadaan jalan yang layak dan sistem drainase yang baik tidak hanya menyangkut kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih, aman, dan menarik bagi investor maupun wisatawan.
Karena itu, BP Batam terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan di lapangan. Ia menegaskan, percepatan tidak boleh mengorbankan mutu hasil pembangunan yang akan digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
Li Claudia juga menegaskan bahwa pembenahan jalan dan drainase merupakan bagian dari upaya besar meningkatkan daya saing Batam sebagai kota industri, perdagangan, jasa, dan investasi. Infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menarik minat investor.
Selain itu, perbaikan drainase menjadi perhatian serius mengingat sejumlah kawasan di Batam masih kerap dilanda genangan saat curah hujan tinggi. Dengan sistem saluran yang lebih baik, risiko banjir diharapkan dapat ditekan. (***)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO