Buka konten ini
BANGLADESH (BP) – Tarique Rahman, Ketua Partai Nasionalis Bangladesh (BNP), yang meraih mayoritas dua pertiga dalam pemilihan umum baru-baru ini, menyerukan persatuan nasional untuk membangun kembali negara di Asia Selatan itu.
Dalam pidatonya di Dhaka pada Sabtu (14/2), Rahman mengatakan BNP akan mulai memimpin Bangladesh dengan ekonomi yang rapuh, institusi konstitusional yang tidak efektif, serta situasi hukum dan ketertiban yang lemah.
Ia merujuk pada kondisi selama pemerintahan Perdana Menteri Sheikh Hasina yang digulingkan pada 2024 setelah protes mahasiswa dan tindakan represif pemerintah menewaskan 1.400 orang.
”Namun, jika kekuatan rakyat bersama kami, tak ada hambatan yang bisa menghentikan kita,” kata Rahman dalam pidato pertamanya sejak pemilu.
Terkait kebijakan luar negeri, ia mengatakan tidak memiliki kebijakan yang berfokus pada negara tertentu dan akan menentukannya berdasarkan kepentingan Bangladesh.
Pengaruh India sangat kuat ketika Bangladesh diperintah Hasina selama 15 tahun.
”Persatuan nasional adalah kekuatan kita, perpecahan adalah kelemahan kita,” katanya, seraya mengajak semua pihak tetap bersatu.
”Kemenangan ini milik demokrasi, milik Bangladesh, milik rakyat yang mencintai demokrasi. Mulai hari ini, kita bebas,” kata Rahman, menambahkan.
Ia menegaskan tidak akan mentoleransi segala bentuk ketidakadilan atau kegiatan ilegal.
”Tanpa memandang partai, pandangan, agama, etnis, atau perbedaan lainnya, kami tidak akan menerima serangan pihak yang kuat terhadap yang lemah dengan dalih apa pun,” katanya.
Dalam pemilu pada Kamis, BNP meraih 209 dari 300 kursi parlemen dan dijadwalkan membentuk pemerintahan yang dipimpin Rahman sebagai perdana menteri.
Aliansi pimpinan Jamaat-e-Islami meraih 77 kursi dan akan menjadi oposisi, sementara Partai Liga Awami pimpinan Hasina dilarang mengikuti pemilu atas dasar pelanggaran HAM dan tindakan antidemokrasi. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY