Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Perumda Tirta Mulia Karimun terus melakukan pemantauan rutin terhadap jaringan distribusi air bersih. Langkah tersebut dilakukan karena sebagian besar pipa yang digunakan saat ini merupakan jaringan lama yang telah berusia puluhan tahun.
Direktur Perumda Tirta Mulia Karimun, Ferry Kurniawan, mengatakan pipa-pipa tua yang masih beroperasi kerap mengalami kebocoran sehingga membutuhkan penanganan secara berkala.
“Maklum, usia pipa yang digunakan sudah lebih dari 30 tahun. Akibatnya sering terjadi kebocoran, bahkan dalam sebulan bisa dua hingga tiga kali. Belum lagi peralatan pengatur distribusinya yang mengalami kerusakan,” kata Ferry kepada Batam Pos, Senin (8/6).
Salah satu kebocoran yang cukup lama ditangani terjadi pada pipa utama berdiameter 10 inci di Jalan Letjen Suprapto, Kecamatan Tebing. Perbaikan baru dapat diselesaikan pada Minggu (7/6) sekitar pukul 21.00 WIB.
Menurut Ferry, kerusakan pada pipa dan valve tersebut sebenarnya telah terjadi sekitar satu bulan lalu. Namun proses perbaikan terkendala ketersediaan suku cadang yang tidak tersedia di Karimun maupun Batam.
“Pipa yang bocor di Tebing termasuk jaringan yang usianya sudah lebih dari 30 tahun. Kerusakannya sudah terjadi sekitar satu bulan dan baru selesai diperbaiki tadi malam. Kendalanya, suku cadang yang dibutuhkan sesuai ukuran pipa tidak tersedia di Karimun maupun Batam sehingga harus didatangkan dari Pulau Jawa,” ujarnya.
Meski kebocoran berlangsung cukup lama, Ferry memastikan distribusi air bersih kepada pelanggan tetap berjalan normal. Hal itu karena tingkat kebocoran yang terjadi relatif kecil sehingga tidak berdampak signifikan terhadap pasokan air.
Ia juga menyebut kondisi pasokan air bersih di Karimun dalam beberapa bulan terakhir masih aman. Bahkan saat fenomena El Nino melanda beberapa waktu lalu, distribusi air tidak mengalami gangguan berarti.
“Waduk utama sebagai sumber air baku di Sei Bati sudah terkoneksi dengan Danau Sentani. Jadi ketika debit air di waduk utama menurun, pasokan bisa langsung disuplai dari sumber lainnya,” jelasnya. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY