Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Tumpukan sampah kembali menjadi sorotan di kawasan ruko Botania Garden, Batam Kota, Senin (8/6). Sampah yang diduga sudah lebih dari sepekan tidak diangkut itu kini menumpuk hingga meluber ke badan jalan, menimbulkan bau tidak sedap serta mengganggu aktivitas warga dan pelaku usaha di sekitar lokasi.
Pantauan di lapangan, tumpukan sampah terlihat menggunung di sepanjang kawasan pertokoan. Kondisi tersebut membuat lingkungan sekitar tampak kumuh. Selain mengeluarkan aroma menyengat, sampah juga dipenuhi lalat yang beterbangan di sekitar lokasi.
Andi, salah seorang karyawan di kawasan ruko Botania Garden, mengatakan sampah tersebut sudah lebih dari satu minggu tidak diangkut petugas kebersihan. Akibatnya, jumlah sampah terus bertambah setiap hari.
“Sudah lebih dari satu minggu tidak diangkut. Sampahnya makin banyak dan sangat mengganggu aktivitas kami yang bekerja di sini,” ujarnya, Senin (8/6).
Menurut Andi, kondisi tersebut semakin parah saat cuaca panas. Bau tidak sedap dari tumpukan sampah bahkan menyebar hingga ke area pertokoan dan membuat para pekerja maupun pengunjung tidak nyaman.
“Di sini kan kawasan perdagangan, tapi tumpukan sampah dibiarkan seperti ini,” katanya.
Ia juga mengkhawatirkan dampak kesehatan yang dapat timbul jika sampah terus dibiarkan menumpuk, karena berpotensi menjadi sarang lalat, tikus, dan hewan pembawa penyakit lainnya.
“Kami berharap petugas kebersihan segera mengangkut sampah ini. Sudah terlalu banyak dan sangat mengganggu lingkungan sekitar,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Dinda, warga yang kerap melintas di kawasan tersebut. Ia mengatakan dalam beberapa waktu terakhir sering melihat sampah menumpuk tanpa pengangkutan rutin.
“Jujur, tumpukan sampah ini sangat mengganggu. Sudah tidak tertolong banyaknya,” katanya.
Menurut Dinda, kondisi tersebut sedikit terbantu karena sebagian pedagang berinisiatif mengumpulkan sampah di satu titik. Namun, masih ada sampah yang meluber hingga ke badan jalan sehingga mengganggu pemandangan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Untung ada pedagang yang menyusun sampah itu supaya tidak berserakan. Tapi ada juga yang meluber sampai ke jalan, jadi tidak enak dipandang,” ujarnya.
Warga berharap instansi terkait dapat meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah di kawasan tersebut. Mereka khawatir jika kondisi ini terus dibiarkan, tumpukan sampah akan semakin meluas dan berdampak pada kesehatan serta kenyamanan lingkungan.
Sebelumnya, persoalan serupa juga kerap terjadi di kawasan Botania Garden. Tumpukan sampah yang tidak terangkut dalam waktu lama beberapa kali dikeluhkan warga dan pelaku usaha. Masyarakat pun berharap ada solusi jangka panjang agar masalah ini tidak terus berulang dan kawasan pertokoan tetap bersih serta nyaman bagi pengunjung. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO