Buka konten ini

PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah di Kepulauan Riau tersendat. Puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Batam menghentikan operasional sementara mulai Senin (8/6) karena dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum masuk ke rekening virtual account (VA) masing-masing SPPG.
Koordinator Wilayah SPPG Batam, Defri Frenaldi, membenarkan penghentian layanan tersebut. Menurut dia, kondisi serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia.

”Memang terjadi mulai hari ini. Hal ini dikarenakan belum turunnya anggaran operasional untuk SPPG,” ujar Defri saat dikonfirmasi, Senin (8/6).
Ia menjelaskan, sesuai ketentuan yang berlaku, SPPG hanya diperbolehkan beroperasi apabila dana operasional telah masuk ke virtual account masing-masing satuan pelayanan. Pengelola juga tidak diperkenankan menggunakan dana talangan dari mitra untuk menjalankan program.
”SPPG akan beroperasi ketika anggaran dari APBN sudah masuk ke dalam virtual account SPPG. Jika dana belum masuk, maka tidak diperbolehkan melakukan operasional. Selain itu juga dilarang menggunakan dana talangan dari mitra,” jelasnya.
Data sementara menunjukkan 15 dari 21 SPPG di Batam Kota menghentikan operasional. Kemudian 12 dari 32 SPPG di Sagulung, satu dari empat SPPG di Batuampar, tujuh dari 18 SPPG di Batuaji, tujuh dari 15 SPPG di Seibeduk, enam dari delapan SPPG di Lubukbaja, serta enam dari 13 SPPG di Bengkong.
Selain itu, satu-satunya SPPG di Belakangpadang juga berhenti beroperasi. Sementara masing-masing satu SPPG di Galang dan Bulang masih menjalankan layanan. Adapun data untuk wilayah Sekupang dan Nongsa masih dalam proses pendataan.
Dampak penghentian layanan mulai dirasakan para penerima manfaat. Di SD Negeri 009 Botania Garden, Batam Kota, para siswa kembali diminta membawa bekal makanan dari rumah setelah distribusi MBG dihentikan sementara mulai Senin (8/6).
Informasi penghentian tersebut disampaikan kepada wali murid melalui grup WhatsApp sekolah. Dalam pesan yang diteruskan pihak sekolah disebutkan operasional distribusi MBG dari SPPG Belian 2 dihentikan sementara karena keterlambatan pencairan dana bantuan pemerintah.
”Distribusi MBG dari SPPG Belian 2 berhenti operasional sementara dikarenakan keterlambatan pencairan dana bantuan pemerintah. Pemberhentian ini dimulai dari Senin, 8 Juni 2026 hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan,” demikian isi pemberitahuan yang diterima wali murid.
Salah seorang orang tua siswa mengaku telah menerima informasi tersebut sejak Sabtu (6/6). Sejak awal pekan ini, orang tua kembali menyiapkan bekal makanan untuk anak-anak mereka sebelum berangkat ke sekolah.
”Guru sudah memberi tahu sejak hari Sabtu. Jadi mulai Senin anak-anak disuruh membawa bekal masing-masing dari rumah,” ujarnya.
Menurut dia, selama program MBG berjalan, kebutuhan makan siang anak di sekolah cukup terbantu. Karena itu, ia berharap pemerintah segera menyelesaikan persoalan pencairan anggaran agar program tersebut dapat kembali berjalan normal.
”Sekarang kami harus menyiapkan bekal lagi setiap pagi. Memang tidak masalah, tetapi sebelumnya program ini cukup membantu orang tua,” katanya.
Meski demikian, Defri memastikan tidak seluruh layanan MBG di Batam berhenti. SPPG yang masih memiliki saldo dana dalam virtual account tetap menjalankan distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat.
”Selain SPPG yang disebutkan tadi, sisanya masih berjalan seperti biasa karena masih terdapat anggaran di virtual account mereka,” katanya.
Defri menambahkan, pihaknya telah menerima informasi bahwa proses penambahan dana sedang dilakukan oleh tim keuangan bersama Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
”SPPG yang belum mendapatkan anggaran akan dilakukan top up hari ini oleh tim keuangan dan KPPN. Mereka akan mulai beroperasi kembali setelah anggaran tersebut masuk ke dalam virtual account,” ujarnya.
Dua Dapur di Tanjungpinang Tutup
Kondisi serupa juga terjadi di Tanjungpinang. Dua unit SPPG yang berada di Kelurahan Batu 9, Kecamatan Tanjungpinang Timur, menghentikan operasional sementara sejak Senin (8/6).
Koordinator SPPG wilayah Tanjungpinang, Retno, mengatakan penghentian operasional terjadi karena keterbatasan dana operasional sambil menunggu pencairan dari pusat.
”Memang berhenti sementara karena kekurangan dana untuk operasional dan dana belum cair,” kata Retno.
Saat ini masih terdapat 21 SPPG lain yang tetap beroperasi untuk menyalurkan MBG kepada pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah Tanjungpinang.
Retno mengaku belum dapat memastikan kapan dana tersebut akan dicairkan. Namun, menurut informasi yang diterimanya, proses pencairan masih berlangsung di tingkat pusat.
”Di pusat masih proses pencairan dana, mengingat ada puluhan ribu SPPG yang sudah berdiri sehingga membutuhkan waktu untuk proses pencairan uang tersebut,” tambahnya.
Sekretaris Daerah Tanjungpinang, Zulhidayat, mengatakan penghentian operasional dua SPPG tersebut berkaitan dengan arus kas yang belum tersedia.
”Jadi berhenti beroperasi untuk menunggu pencairan,” tegasnya.
2.400 Penerima Manfaat di Bintan Terdampak
Di Kabupaten Bintan, satu dapur MBG di SPPG Tanjunguban Selatan 4, Pasar Baru, Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, juga menghentikan operasional sementara.
Akibatnya, sekitar 2.400 penerima manfaat tidak memperoleh layanan MBG. Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 1.700 pelajar dari 11 sekolah, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Kepala SPPG Tanjunguban Selatan 4, Riska, mengatakan penghentian dilakukan untuk menghindari utang kepada pemasok bahan makanan.
”Dana dari BGN kurang. Kita setop sementara biar tidak ngutang ke supplier. Kalau dananya sudah masuk, kita jalan lagi,” ujarnya.
Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Bintan, Pina Deli Syahputri, membenarkan bahwa SPPG Tanjunguban Selatan 4 merupakan satu-satunya dapur MBG di Bintan yang menghentikan operasional sementara.
”Di Bintan, kita baru terima laporan satu SPPG. Yang lain masih jalan karena anggaran masih lancar,” katanya.
17 Dapur di Karimun Berhenti
Sementara itu, di Kabupaten Karimun, sebanyak 17 dari 29 dapur MBG menghentikan operasional sementara akibat belum adanya transfer dana operasional dari BGN.
Wakil Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Karimun, Sukrianto Jaya Putra, mengatakan hasil koordinasi dengan pengelola SPPG menunjukkan sebagian besar dapur yang berhenti masih menunggu pencairan dana.
”Hasil kami koordinasi dengan SPPG diketahui dari 29 SPPG tersebut, 17 di antaranya berhenti sementara disebabkan keterlambatan transfer dana dari BGN,” ujarnya.
Selain itu, terdapat satu SPPG yang operasionalnya ditunda karena alasan teknis tertentu dan satu dapur lainnya mengalami kendala dengan mitra.
Menurut informasi dari salah seorang pengelola SPPG, dana operasional biasanya ditransfer setiap 10 hari atau setiap Jumat. Namun hingga Jumat (5/6), dana tersebut belum masuk sehingga pengelola tidak dapat membeli bahan makanan untuk program MBG.
”Aturannya tidak boleh menggunakan dana talangan. Artinya, meskipun kami bisa menalangi terlebih dahulu untuk beroperasi, hal itu tidak diperbolehkan,” ungkap sumber tersebut.
Sejumlah pengelola berharap proses pencairan segera diselesaikan agar layanan MBG yang menyasar ribuan pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di berbagai daerah dapat kembali berjalan normal. (***)
Reporter : RENGGA YULIANDRA – YASHINTA – MOHAMAD ISMAIL – SLAMET NOFASUSANTO – SANDI PRAMOSINTO
Editor : RATNA IRTATIK