Buka konten ini

PASAR mobil Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang kuat pada 2026. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil nasional sepanjang lima bulan pertama tahun ini mengalami kenaikan dua digit secara tahunan.
Bahkan, penjualan mobil pada Mei 2026 tercatat tumbuh hingga 16,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, menjadi sinyal positif bagi industri otomotif Tanah Air.
Pihak Gaikindo mengumumkan data penjualan mobil periode Januari-Mei 2026.
Menariknya, penjualan otomotif mengalami kenaikan secara year-on-year (yoy).
Seperti dilihat pada data yang diterima JawaPos.com, secara keseluruhan penjualan wholesales periode Januari-Mei 2026 mengalami kenaikan 12,8 persen dengan angka 359.015. Angka ini naik dibanding periode yang sama pada 2025 yang catatkan 318.344 penjualan.
Untuk retail sales periode Januari-Mei 2026 juga naik 8,8 persen dengan 359.490. penjualan. Sebab, pada periode yang sama pada 2025 penjualan mobil hanya mencapai angka 330.486 unit.
Sementara itu, teruntuk data penjualan mobil pada Mei 2026. Total kendaraan yang mampu dijual juga mengalami kenaikan signifikan dibanding Mei 2025.
Total kendaraan yang mampu dijual secara wholesales yakni 69.219 atau naik 14 persen secara yoy jika dibandingkan Mei 2025 yang mencatat penjualan 60.697 unit.
Bahkan, penjualan mobil secara retail juga mengalami kenaikan 16,8 persen dengan angka 71.890 secara yoy jika dibandingkan dengan Mei 2025 yang mencatat penjualan 61.546 unit.
Sementara itu, jika dilihat pada penjualan secara bulanan atau month-to-month (mtm), penjualan mobil secara wholesales malah turun 14,3 persen. Penjualan pada Mei 2026 berada di angka 69.219 unit, berbeda dengan April 2026 yang mampu menjual 80.779 unit.
Hal yang sama juga terjadi dengan penjualan mtm secara retail sales, penjualan mobil turun tipis 5,1 persen dan berada di angka 71.890 unit pada Mei 2026. Angka ini terpaut tipis dengan penjualan April 2026 yang mampu menjual 75.736 unit.
Pertumbuhan penjualan mobil pada awal 2026 menjadi kabar menggembirakan bagi seluruh pelaku industri otomotif. Di tengah persaingan yang semakin ketat dan derasnya arus kendaraan elektrifikasi, peningkatan penjualan ini menjadi indikator bahwa pasar otomotif nasional masih sangat potensial.
Tantangan berikutnya adalah menjaga tren positif tersebut agar terus berlanjut hingga tutup tahun dan mampu melampaui capaian tahun sebelumnya.
Adapun pabrikan otomotif asal Jepang, Toyota masih menjadi yang teratas dalam hal penjualan dengan angka 24.846 unit. Pada nomor dua, masih kerabat jauh Toyota yakni Daihatsu dengan penjualan 11.140 unit.
Pada nomor tiga dan empat, ada Suzuki dan Mitsubishi Motors yang masing-masing memiliki penjualan yang menyentuh angka 6.108 dan 4.166 unit. Yang menarik tentu Jaecoo yang berada di posisi lima sekaligus naik tingkat di posisi dua. Hal ini semakin memperkuat posisinya sebagai brand Tiongkok terlaris pada Mei 2026 dengan penjualan 3.000 unit.
Sementara itu, Isuzu berada di urutan keenam setelah membukukan penjualan sebanyak 2.570 unit. Honda menempati posisi ketujuh dengan penjualan 2.378 unit. Tepat di bawahnya terdapat Mitsubishi Fuso yang mencatatkan penjualan 2.371 unit.
Hino berada di peringkat kesembilan dengan penjualan 2.056 unit. Melengkapi daftar 10 besar, Geely berhasil mencatatkan penjualan 1.710 unit sepanjang Mei 2026. Kehadiran Jaecoo dan Geely dalam daftar tersebut menunjukkan semakin kuatnya persaingan merek otomotif asal Tiongkok di pasar Indonesia, yang selama ini didominasi oleh produsen Jepang. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI